Harianpilar.com, Tulangbawang – Gedung rumah adat Megopak yang merupakan asset Pemkab Tulangbawang (Tuba) terkesan ditelantarkan. Betapa tidak, kondisi bangunan ikon daerah Tuba ini sangat kumuh, terlebih warna cat gedung sangat kusam.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada rumah adat Megopak, tapi juga terjadi pada bangunan yang berada di komplek rumah adat di antaranya, gedung sesat agung dan museum Tuba.
Pantauan di lokasi, kondsi bangunan ini sangat memprihatinkan, terlihat dari bobroknya sebagian besar kondisi fisik bangunan dan fasilitas adat di lokasi tersebut, serta taman yang ada nampak ditumbihi rumput liar yang menimbul kan kesan kumuh dan tidak terawat.
Memburuknya kondisi komplek bangunan rumah adat Megou Pak, Sesat Agung dan museum Tulangbawang ini telah berlangsung selama tiga tahun berjalan, tepatnya semenjak Kabupaten Say Bumi Nengah Nyappur ini dipimpin Bupati Hanan.A.Rozak, yang dinilai kurang memperhatikan pemeliharaan aset daerah, terutama yang bernuansa adat budaya setempat.
Kenedy warga yang menghuni salah satu rumah adat memaparkan, keberadaan komplek rumah adat yang menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat pribumi Megoupak ini, sangat memprihatinkan, kondisi ini merupakan dampak dari minimnya perhatian pemda setempat,terutama dalam hal pemeliharaan aset daerah.
“Beginilah kondisi komplek tempat dilaksanakan nyaa perhelatan prosesi adat istiadat megou pak ini setelah selama tiga tahun berjalan tidak diperhatikan Pemda setempat,” paparnya.
Kenedy juga menambah kan, pada masa kepemimpinan sebelumnya, ketika kabupaten Tulangbawang dipimpin oleh Abdurachman Sarbini (Mance), lokasi ini sangat terawat dan tertata rapih, karena sering digunakan masyarakat adat setempat melaksanakan berbagai kegiatan adat, “Pada zaman mance,lokasi ini selalu digunakan untuk berbagai kegiatan atau prosesi adat oleh masyarakat adat setempat,” tandasnya. (Merizal/Juanda)









