Harianpilar.com, Tulangbawang – Program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) merupakan program bupati dan wakil bupati Tulangbawang (Tuba) dalam melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur, dan mengembalikan nilai-nilai luhur yang kini mulai pudar di dalam kehidupan masyarakat. Program tersebut pada tahun anggaran 2015 ini akan dilaksanakan pada bulan Juli.
“Walaupun anggaran desa mulai diluncurkan dan peraturan yang mengatur tentang desa sudah banyak perubahan, anggaran untuk Program GSMK sebesar Rp200jta, yang menjadi komitmen dan janji Hanan dan Heri Wardoyo masih tetap dijalankan walaupun mekanismenya seca administrasi ada sedikit perubahan, tetapi besaran nilai anggaran per kampung tidak ada perubahan,” kata warga Bandaraji, Kecamatan Gedungaji Lama, Selasa (9/6/2015).
Dikatakan Suprayitno, dengan tetap dilaksanakan program GSMK ini, setidaknya pembangunan infrastrur di kampung yang dibutuhkan masyarakatnya dapat terpenuhi.
“Sehinga apa yang menjadi impian masyarakat agar dapat merasakan pembangunan dapat dinikmati masyakat Kabupaten Tulangbawang,” ujar Suprayitno.
Ditegaskan Kabid Muhammad Ami Iswandi Balaw, mewakili Kepala Badan, Hamami Ria mengatakan, Program GSMK ini merupakan program kebanggaan dalam melakukan pembangunan infrastruktur kampung yang merata, serta membangkitkan semangat gotongroyong bagi masyarakat kabupaten Tulangbawang.
Menurut Ami, program GSMK ini akan mulai dicanangkan pada bulan Juli, tuju hari setelah Hari Raya Idul Fitri, sebab kalau dilaksanakan pada bulan Juni maka gotongroyong masyarakat dalam program GSMK tidak muncul.
“Perintah Bupati GSMK akan mulai dicanangkan setelah lebaran Idul Fitri, karena kalau dilaksanakan bulan ini nanti gak ada masyarakat yang gotongroyong, kan bulan ini sebentar lagi puasa,” tutupnya. (Merizal/JJ)







