Harianpilar.com, Mesuji – Bupati Mesuji Khamami meminta agar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Mesuji untuk tidak melaksanakan kegiatan sosialisasi hanya terkesan serimoni semata. Bahkan, Khamami, menegaskan agar sosialisasi memiliki hasil yang nyata bagi masyarakat desa.
Dikatakan Khamami mengatakan, dengan dibentuknya serta dilakukan Pelatihan Kades Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantekdes) se-Kabupaten Mesuji terhadap desa-desa diharapkan dapat menyerap serta memanfaatkan potensi sumber alam yang ada di masing-masing desa.
“Sosialisasi yang dilaksanakan ini saya tekankan kepada BPMPD dapat berkesan dimasyarakat jagan hanya terkesan serimoni semata. Untuk itu, BPMPD harus benar-bener memberikan contoh serta mengambil langkah agar apa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya Teknologi Tepat Guna (TTG) diharapkan ke depan dapat menjadi solusi bagi masyarakat,” paparnya.
Dikatakannya, dengan menerapkannya TTG dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang ada didesa-desa tentunya diharapkan agar didesa-desa dapat ikut andil dalam mengali potensi alam yang ada didesa-desa.
“Kita yakin di desa – desa banyak mimiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terpendam. Untuk mengali itu maka dilakukan sosialisai dengan harapan dapat mengali setiap SDM yang ada dimasinh-masing desa. Karena, Saat ini masih banyak potensi alam yang belum tergali. Padahal bila masyarakat dapat mengalinya maka mampu menghasilkan perekonomian tersendiri bagi desa tersebut,” imbuhnya.
Sementara Kabid Pemberdayaan Sumber Daya Alam dan TTG Aida Sakti, mengatakan, disetiap desa kemungkinan ada satu dua masyarakat yang mengetahui dan memiliki SDM yang mumpuni namun tidak dikembangkan ditenggah-tenggah masyarakat. Untuk itulah, sosialisasi ini dilakukan agar satu dua masyarakat yang memiliki potensi dapat dibina.
“Potensi-potensi desa yang banyak yang belum tergali dan ini bisa dilihat dari bahan-bahan yang memang bisa dimanfaatkan masyarakat dan ini juga tujuannya dapat mengurangi angka pengganguran serta meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Kita juga berharap dengan banyaknya potensi alam yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,”imbuhnya.
Namun, lanjutnya, meskipun diterapkannya TTG tentunya kita terkendala terhadap anggaran. Tetapi, yang jelas, ini juga dipertegas dalam peraturan Permendakri Nomor 10 tahun 2010 tentang pemberdaya masyarakat melalui teknologi tepat guna. Dan ini akan diadakan lomba TTG dan tujuan lomba ini untuk mengali inovasi masyarakat tentang TTG.
“Kita harapkan dengan TTG ini diharapkannya ada sebuah temuan yang memang belum pernah ada dan bisa menciftakan alat yang memang dapat dimanfaatkan baik bagi masyarakat maupun lingkungan setempat,” tukasnya. (Sandri/JJ)









