oleh

Jelang Ramadhan, Masyarakat Diimbau Jeli Membeli Daging

Harianpilar.com, Tanggamus – Disnakeswan Tanggamus mengimbau masyarakat Tanggamus untuk lebih ;jeli dalam membeli makanan, terutama daging menjelang bulan suci Ramadhan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan momen ini dimanfaatkan oknum pedagang untuk mengoplos daging untuk meraup keuntungan besar.

Kepala Disnakkeswan Tangggamus Rizal Pahlevi mengatakan, wilayah Tanggamus merupakan salah satu kabupaten yang memiliki ketersediaan daging yang lebih dari cukup. Karena, banyak dari peternak, baik itu sapi, kerbau, maupun kambing ada di kabupaten itu. Jadi, kecil kemungkinan jika daging babi bisa masuk dan beredar di kabupaten ini.

”Saya rasa nggak mungkinlah daging-daging yang dijual di pasar-pasar Tanggamus, tercampur daging babi atau yang lainnya. Wilayah kita inikan juga menjadi salah satu sentra ternak. Jadi kebutuhan daging masyarakat kita, pasti cukup hingga jelang hari raya Idul Fitri,” tegas Rizal, Selasa (9/6/2015).

Menurut dia, peredaran daging babi yang saat ini marak diberitakan, secara kasat mata sulit untuk dibedakan dengan daging sapi atau kerbau. Apalagi, kasus yang sudah ada, daging babi dioplos dengan daging sapi/kerbau, tentu semakin membuat sulit bagi para konsumen, terutama yang beragama Islam untuk menyeleksi mana yang benar-benar daging sapi/kerbau.

“Bukan hanya berdampak pada kekhawatiran konsumen saja, akan tetapi sudah tentu akan berdampak pada omset penjualan daging sapi/kerbau. Dan memang, kebutuhan daging untuk Ramadan tahun ini diprediksi mengalami kenaikan. Terutama saat jelang hari raya Idul Fitri nanti, tapi tidak perlu khawatir. Karena ketersediaan daging kita cukup, sehingga aman dari daging oplosan,” jelasnya.

Rizal juga menambahkan, untuk benar-benar memberikan rasa aman di masyarakat, bahwa Tanggamus bebas dari daging oplosan. disnakkeswan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP Tanggamus akan melakukan kegiatan sidak daging oplosan dalam hari-hari terakhir jelang bulan suci Ramadan.

“Ya sidak daging oplosan ini sebagai bentuk kewaspadaan kita terhadap peredaraan daging babi yang saat ini meresahkan masyarakat. Terutama umat Islam di Tanggamus,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada pedagang daging yang ada di seluruh Tanggamus untuk bersama-sama membantu pemerintah, dalam hal pencegahan beredarnya daging oplosan di Tanggamus.

“Kami juga mengimbau kepada para pedagang untuk tidak terpengaruh atau tergiur untuk menjual daging oplosan,” pinta Rizal. (Imron/JJ)