oleh

DPRD Minta Disdik dan Disnaker Bersinergi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Guna memangkas angka pengangguran di kalangan lulusan SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Disdik kabupaten/kota se-Lampung diminta menjalin sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) guna menyalurkan mereka ke dunia usaha/industri.

Selain bersinergi dalam menyalurkan lulusan SMK ke dunia usaha/indistri sesuai kompetensi yang dimilikinya, kedua instansi itu juga diminta bersinergi untuk membuat sejumlah program terobosan.

Salah satunya, bersama-sama menyelenggarakan semacam pendidikan entrepreneur atau kewirausahaan guna membentuk mereka menjadi calon-calon wirausaha yang tangguh, ulet dan mandiri.

“Saat ini, lulusan SMK dituntut tidak sekadar memiliki life skill atau kecakapan hidup untuk bersaing memperebutkan peluang kerja yang makin kompetitif. Namun, juga wajib memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri lantaran tidak semua lulusan SMK mampu diserap oleh dunia usaha,” ujar Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Elly Wahyuni Soegiarto, Rabu (6/5/2015).

Ketua Fraksi Gerindra ini menyatakan fakta ini harus menjadi perhatian pemerintah. Sebab, lulusan SMK yang sejatinya dibekali ilmu kerja, justru menjadi yang paling banyak tidak terserap tenaga kerjanya.

“Padahal alasan orang tua lebih mempercayakan anaknya bersekolah ke SMK adalah untuk lebih mendapatkan kemudahan diterima kerja setelah lulus sekolah. Malah lulus sekolah menganggur di rumah,” pungkasnya.

Dengan berbekal pendidikan kewirausahaan yang dimilikinya, kata wanita yang juga pernah menjadi dosen ini, paling tidak lulusan SMK memiliki kiat-kiat untuk menangkap peluang kerja yang bisa dikembangkannya secara mandiri. Kendati begitu, dia mengingatkan bahwa kendala permodalan juga bisa menjadi batu sandungan untuk menekuni kegiatan wirausaha.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Disdikpora dan Disnaker juga merancang program pemberian bantuan modal usaha kepada para lulusan SMK. “Meskipun mereka sudah memiliki life skill dan kemampuan untuk berwirausaha tapi tidak didukung dengan permodalan, semuanya akan jadi sia-sia. Jadi, akan jauh lebih bijaksana jika Disdik dan Disnaker Lampung juga merancang program pemberian bantuan modal usaha tersebut,” katanya menyarankan.

Saat disinggung mengenai ketersediaan dana bantuan modal bagi lulusan SMK untuk membuka usaha, Elly belum mengetahui secara pasti hal tersebut tersedia di disdik setempat.

“Belum tahu ada atau tidak bantuan jenis itu, nanti kami koordinasi dulu ke disdiknya,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya dari data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) didominasi penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMK) sebesar 9,05 persen, lalu disusul pada jenjang Sekolah Menengah Atas 8,17 persen, dan Diploma I/II/III sebesar 7,49 persen. Sedangkan TPT terendah ada pada penduduk berpendidikan SD ke bawah dengan prosentase 3,61 persen di periode Februari 2015.

Selama setahun terakhir TPT yang mengalami peningkatan yakni penduduk dengan pendidikan SMK 1,84 poin, Diploma I/II dan III sebesar 1,62 poin dan Universitas 1,03 poin. (Lia/JJ)