oleh

Proyek Dinas Pertanian Tanggamus ‘Catatan Buruk’ Kepemimpinan Bambang

Harianpilar.com, Tanggamus – Terbongkarnya dugaan penyimpangan sejumlah proyek milik Dinas Pertanian dan Hultikultura Kabupaten Tanggamus tahun 2014 nampaknya menjadi ‘catatan buruk’ bagi kepemimpinan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan. Pasalnya, proyek-proyek itu bersentuhan langsung dengan kepetingan petani yang merupakan mayoritas penduduk kabupaten tersebut.

Wajar jika kalangan wakil rakyat di DPRD Tanggamus langsung bereaksi terhadap masalah ini. DPRD berjanji tidak akan membiarkan masalah ini mengendap begitu saja. Anggota Komisi II DPRD Tanggamus, Bahren, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti masalah ini.

“Kami Komisi II sebagai mitra kerja Dinas Pertanian dan Hultikultura akan segera turun kelapangan,nanti akan saya bicarakan bersama kawan-kawan yang ada di Komisi II,” tegasnya, Senin (4/5/2015).

Bahkan, menurut Bahren, Anggota DPRD Tanggamus memang sudah banyak menerima laporan terkait permasalahan yang ada di Dinas Pertanian dan Holtikultura ini.

“Kami secepatnya akan turun ke lokasi. Kami juga akan memanggil Dinas Pertanian dan mempertanyakan persoalan ini,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, DPRD juga akan mempertanyakan laporan dari masyarakat terkait dugaan pemotongan bantuan-bantuan seperti bantuan bibit jagung, padi maupun yang lainnya yang ada di Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Tanggamus.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat pihaknya tidak akan membiarkan masalah ini.”Rekan-rekan media silahkan tunggu hasil dari kami,”pungkasnya.

Terpisah, Koordinator Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, menilai sangat wajar jika DPRD Tanggamus bereaksi terkait masalah itu. Sebab, proyek-proyek itu bersentuhan langsung dengan kepetingan para petani.”Mayoritas penduduk Tanggamus itu petani. Masalah ini menjadi catatan negatif kepemimpinan Bambang di masyarakat. Penegak hukum juga harus mengusut masalah ini,” cetusnya saat dimintai tanggapanya, Senin (4/5/2015).

Apriza juga mendesak proyek-proyek pengadaan di Dinas Pertanian dan Holtikultura Tanggamus ditelusuri.Sebab, bukan mustahil juga terjadi persoalan yang sama.”Banyak kegiatan di Dinas itu yang bersentuhan dengan kepetingan petani. Seperti pengadaan Hand Traktor sebanyak 37 senilai Rp986 juta. Fasilitasi Bantuan Pengembangan Kawasan Bawang Merah seluas 15 Ha senilai Rp225 juta menggunakan dana APBN. Fasilitasi Bantuan Chopper sebanyak 2 Unit senilai Rp20 juta. Dan masih banyak yang lainnya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah proyek milik Dinas Pertanian dan Holticuoltura Kabupaten Tanggamus tahun 2014 diduga kuat sarat penyimpangan. Hal itu sangat terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek-proyek yang baru seumur jagung itu.

Berdasarkan penelusuran dilokasi-lokasi proyek itu, diketahui kondisi proyek-proyek yang bersentuhan dengan kepetingan para petani itu sangat memprihatinkan. Seperti proyek Pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) di Pekon Sinar Betung Kecamatan Talangpadang Kabupten Tanggamus senilai Rp197 juta. Proyek JUT di Pekon Margodadi Kecamatan Sumberejo senilai Rp197 juta. Proyek JUT di Pekon Margomulyo Kecamatan Air Naningan senilai Rp197 juta.

Kemudian, proyek pembuatan Pembangunan Dam Parit senilai Rp200 juta di Pekon Kali Bening Kecamatan Talangpadang. Bukan hanya proyek fisik yang diduga kuat sarat masalah. Proyek lainnya juga tak jauh berbeda. Seperti proyek fasilitas bantuan pengembangan kawasan sedap malam yang ada di Kecamatan Sumberejo senilai Rp200 juta. Proyek fasilitasi bantuan Sarana Prasana pengembangan kawasan cabe seluas 15 ha senilai Rp225 juta.Belum lagi bantuan pompa air untuk kelompok sebanyak sembilan unit senilai Rp49,5 juta.

Proyek-proyek ini kondisinya jauh dari harapan. Seperti proyek pembangunan JUT dan Dam Parit yang mulai menglamai kerusaka cukup parah.Hal itu kuat dugaan diakibatkan kualitas yang meragukan.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Tanggamus, Soni Isnaini, saat dikonfirmasi membantah hal tersebut.”Semua sudah sesuai dengan aturannya,jika pekerjaan itu bermasalah pasti kami sudah di perikasa oleh pihak yang berwenang,”ujarnya dengan nada emosi. (Imron/Juanda)