oleh

DPRD Akui ‘Kebobrokan’ Proyek PU Lamsel

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Kinerja DPRD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) patut diparesiasi yang bergerak cepat menyikapi dugaan penyimpangan sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat.

Kalangan wakil rakyat itu mengakui jika pelaksanaan proyek Dinas PU Lamsel bobrok atau sangat buruk serta sarat penyimpangan.

Beberapa proyek tahun 2014 yang diduga kuat sarat penyimpangan diantaranya proyek Peningkatan Jalan Jurusan Sidomulyo – Sidoharjo – Palas Aji senilai Rp12 miliar yang dikerjakan PT. Karya Kamefada Wijaya Indonesia, proyek peningkatan jalan Hotmix jurusan simpang 4 Raden Intan sampai dengan Simpang 4 kubu panglima senilai Rp 1.6 milyar dikerjakan oleh CV. Dua Saudara Putra, Peningkatan jalan sampai lapen Jalan Kemiri Desa Merak Batin Kecamatan Natar senilai Rp 230 juta dikerjakan CV. Way Seputih.

“Saya sudah liat proyek jalan yang diberitakan Harian Pilar itu. Hasilnya memang sangat amat jelek sekali dan kerjaan tersebut tidak benar. Parahnya jalan hotmix diperbaiki dengan semen coran. Bahkan untuk jalan poros jurusan Sidomulyo-Sidoharjo-Palas Aji memang sudah mulai rusak lagi, padahal baru seumur jagung,” tegas Anggota Komisi C yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lamsel, Jenggis Khan Haikal, Rabu (4/3/2015).

Jenggis berjanjin akan terus menindaklanjuti masalah proyek-proyek itu sampai ada pertanggung jawaban dari pihak terkait.”Anggaran untuk pembangunan jalan tersebut sangatlah besar, jadi kita harus benar-benar mengontrol proyek-proyek tersebut,” cetusnya.

Menurut Jenggis, buruknya kualitas proyek jalan itu tidak lepas dari kesalahan Dinas PU Lamsel sendiri yang lemah dalam pengawasan.”Kontraktor juga jangan hanya memikirkan untung besar, tapi harus memikirkan kualitas pekerjaan juga. Apalagi yang mengerjakan proyek ini PT bukan CV, harusnya pekerjaan berkualitas,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Lamsel, Supriyanto Hutagalung, menambahkan, pihaknya akan meminta Komisi C segera menindaklanjuti masalah tersebut, “Saya akan segera meminta komisi C segera turun kelapangan dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Lamsel maupun Kepala Bidang Bina Marga beberapa kali hendak dikonfirmasi dikantornya selalu tidak ada,”Pak Kabid sedang dinas luar pak, silahkan isi buku tamu saja nanti kami sampaikan,” kata salah seorang staf Dinas PU Lamsel.

Seperti diketahui, sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan (Lamsel) tahun 2014 diduga kuat sarat penyimpangan. Hal itu sangat terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek-proyek tersebut.

Beberapa proyek bernilai miliaran yang diduga sarat penyimpangan itu adalah proyek Peningkatan Jalan Jurusan Sidomulyo – Sidoharjo – Palas Aji senilai Rp12 miliar yang dikerjakan PT. Karya Kamefada Wijaya Indonesia, proyek peningkatan jalan Hotmix jurusan simpang 4 Raden Intan sampai dengan Simpang 4 kubu panglima senilai Rp 1.6 milyar dikerjakan oleh CV. Dua Saudara Putra, Peningkatan jalan sampai lapen Jalan Kemiri Desa Merak Batin Kecamatan Natar senilai Rp 230 juta dikerjakan CV. Way Seputih.

Proyek-proyek ini diduga kuat pengerjaannya sarat penyimpangan dan tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga secara kualitas sangat buruk, meski menelan anggaran hingga miliaran. Kondisi proyek-proyek yang baru seumur jagung ini kini mulai mengalami kerusakan parah.

Seperti proyek Peningkatan Jalan Jurusan Sidomulyo – Sidoharjo – Palas Aji yang dikerjakan PT Karya Kamefada Wijaya Indonesia ini, meski menelan anggaran hingga Rp12 miliar lebih namun kondisinya kini sangat memprihatinkan.

Warga Desa Sidoharjo Kecamatan Waypanji Kabupaten Lampung Selatan,Nursandy, mengatakan, perbaikan jalan tersebut baru selesai pada akhir bulan Desember 2014 yang lalu, tetapi kondisi jalan sudah mulai rusak lagi,”Kalau dari pasar Patok Desa Sidoharjo hanya kiri dan kanannya saja yang dilebarkan sekitar kurang lebih satu meter dan yang lainnya hanya ditambal sulam saja, itu pun jalannya sudah banyak yang terkelupas lagi,” terangnya, saat ditemui tim Harian Pilar dilokasi jalan itu, baru-baru ini.

Parahnya, dalam melaukan proses pelebaran langsung dikasih batu split setelah itu langsung ditimpah aspal, “Kalau menurut saya ini kurang aspalnya, karena baru beberapa bulan saja jalan itu sudah rusak lagi dan batu terpisah dengan aspalnya, perkiraan saya jalan tersebut hanya mampu bertahan sebentar, pasti kondisinya sama seperti belum diperbaiki, bahkan kalau yang kearah Palas tepatnya di Desa Sidomakmur dan Marga Catur hanya ditambal saja tidak dilebarkan,” tambahnya.

Kondisi takjauh berbeda terjadi pada proyek Peningkatan jalan Hotmix Jurusan Simpang 4 Raden Intan sampai dengan Simpang 4 Kubu Panglima senilai Rp 1.6 milyar yang dikerjakan oleh CV. Dua Saudara Putra. Kondisi jalan ini mulai hancur dan berlobang cukup parah. Meski menelan anggaran hingga Rp1,6 miliar namun kualitas jalan ini jauh dari kata memadai.

Kondisi lebih parah terjadi pada proyek Peningkatan jalan sampai lapen Jalan Kemiri Desa Merak Batin Kecamatan Natar senilai Rp 230 juta. Proyek yang dikerjakan CV. Way Seputih sangat memprihatinkan, selain mengalami kerusakan juga mulai ditumbuh rumput dibadan jalan akibat aspalnya yang sangat tipis.(*)