Harianpilar.com, Bandarlampung – Bentuk kepedulian masyarakat terhadap anak jalanan (Anjal) dan gelandangan pengemis (Pegeng) dengan cara memberikan uang, dinilai salah satu penyebab maraknya keberadaan anjal dan gepeng di Bandarlampung.
“Saya pikir begini, nggak bisa kita bicara bangun gedung, kalau bangun gedung bisa kita lihat, kalau masalah sosial nggak bisa, kalau di lampu merah-merah kan ini pada baru-baru semua, makanya Warga masyarakat yang berasal dari luar Bandarlampung, jangan memberi uang kepada anak jalanan mereka pasti minta lagi, kalau mau sedekah itu kan ada tempatnya,” kata Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Bandarlampung Muzarin Daud, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Terkait kondisi itu, Muzarin memastikan jika pihaknya akan terus melakukan monitoring dengan bekerjasama bersama dengan sejumlah lembaga sosial di Bandarlampung.
“Salah satuya kita melakukan monitoring, kerjasama berskait seperti Polres, dan unsur-unsur bersama kecamatan sama instansi terkait,” ujarnya.
Dijelaskannya, untuk Anjal yang tertangkap saat razia Dinsos tidak akan langsung menghukum atau memarahi mereka, namun akan dilakukan langkah-langkah persuasif sehingga anak tersebut kembali ke sekolah.
“Kita ini kan melakukan langkah persuasif tidak langsung menindak, kita mengarahkan mereka untuk kembali sekolah. Apalagi Pemkot telah menggratiskan sekolah, saya pikir maraknya di sini juga enggak semarak di kota- kota lain,” tuturnya.
Sementara untuk yang berulangkali tertangkap, Dinsos menyiasatinya dengan membuat surat pernyataan, sehingga ketika tertangkap kembali, orang tua anak tersebut akan dipanggil dan diberi peringatan.
“Ya kan ada surat pernyataan dari mereka, orang tuanya yang kita cari, orang tuanya kita panggil. Pembinaan yang pertama , adalah terhadap orang tua, artinya orang tualah yang tahu permasalahan anak ini, baru yang nanti bersama lembaga, bersama pemerintah yang menangani ini,” tuturnya
Sementara, tegasnya, untuk Gepeng, Dinsos telah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga sosial, sehingga apabila saat razia tertangkap, akan dilakukan rehabilitasi di lembaga sosial tersebut, serta diberi keterampilan sesuai dengan bakat masing-masing.
“Ada lembaga Lada Api CCC , lembaga lembaga ini lah yang membantu kita dalam penanganan masalah sosial, salah satunya bagaimana masalah rehabilitasi,” imbuhnya seraya menjelaskan jika Dinsos telah melakukan pemasangan plang himbauan memberi uang kepada gepeng dan anjal.
“Sudah kita tempelin di UNILA, di Way Halim, kan ada plangnya,” tandasnya. (Buchari/JJ).









