oleh

Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung Tiga Periode Proyek Air Bersih ‘Bermasalah’

Harianpilar.com, Tanggamus – Proyek pembangunan air bersih yang merupakan program andalan Dinas Pemukiman dan Pengairan Provinsi Lampung sejak tahun 2012-2014 diduga sarat penyimpangan. Bahkan proyek yang menelan biaya miliaran rupiah itu, hingga kini belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu proyek yang ditenggarai bermasalah itu yakni, proyek pembangun air bersih di Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Sejak dikerjakan tahun 2012 lalu, hingga kini proyek tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat, bahkan fisikm proyek tersebut sudah rusak berat.

“Proyek air bersih ini sudah mulai dikerjakan sebelum saya menjabat sebagai kepala pekon, yaitu sekitar tahun 2012 lalu. Selanjutnya tahun 2013 kembali dilanjutkan dan tahun 2014 kemarin juga dikerjakan, namun setiap tahun rekanan yang mengerjakan selalu ganti. Tapi pekerjaan yang sudah menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut belum juga dapat dimanfaatkan warga,” ungkap Kepala Pekon Tangkit Serdang Ihsan, Sabtu (21/2/2015), saat ditemui di kediamannya.

Dikatakannya, jika proyek air bersih ini sudah mulai dikerjakan oleh rekanan sebelum dia menjabat sebagai kepala pekon. Bahkan kini kondisi bak penampungan atau bak induk proyek itu sudah terlihat retak.

“Dari awal dikerjakan bak penampungan utama air ini sudah retak dan bocor, jadi gak bisa menampung air untuk di bagikan ke bak-bak kecil untuk dibagikan ke warga. Paralonnya pun sudah banyak yang pecah, jadi proyek miliaran ini terkesan mubazir,” jelasnya.

Sementara, tokoh masyarakat Tanggamus Ismail Kardi yang juga mantan anggota DPRD Tanggamus periode 2009-2014 sangat menyayangkan proyek dari Dinas PU Pemukiman dan Pengairan Propinsi Lampung tersebut.

“Sebagai warga Tanggamus saya sangat kecewa dengan pekerjaan proyek air bersih ini, proyek air bersih yang menghabiskan dana milyaran rupiah ini terindikasi dikerjakan asal-asalan. Bagaimana tidak belum saja digunakan namun kerusakan sudah di mana-mana,itu artinya jika pekerjaannya kurang secara kulitas,” ujar Ismail.

Ia juga sangat menyayangkan kepada Dinas Pemukiman dan Pengairan yang terkesan hanya diam, tanpa melakukan apa-apa terhadap proyek dikerjakan asal-asalan tersebut, padahal air bersih ini sangat dibutuhkan oleh warga di Pekon Tangkit Serdang ini.

“Saya melihat jika pengerjaan proyek air bersih ini terindikasi banyak penyimpangan, bagaimana tidak paralonnya saja sudah banyak yang pecah, bak penampungan sudah retak dan bocor jadi secara kualitas jelas terlihat sangat rendah,” ungkapnya. (Imron/JJ).