oleh

Debat Perdana, Paslon Diminta Tunjukkan Bukti Konkret

Harianpilar.com, Bandar Lampung- Debat kandidat perdana pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Lampung 2024 diprediksi bakal seru. Kedua Paslon diharapkan dapat memberikan ide dan terobosan serta dapat menunjukkan bukti konkret dari program atau pengalaman yang sudah mereka jalankan dalam debat perdana 13 Oktober nanti di Hotel Novotel Bandarlampung.

“Saya berharap kedua kandidat menunjukkan bukti konkret dari program atau pengalaman yang sudah mereka jalankan, terutama dalam hal infrastruktur dan ekonomi,” terangnya Akademi Ujila, Darmawan Purba, Rabu (9/10).

“Mengingat bahwa infrastruktur dan ekonomi terus menjadi perhatian publik, paslon harus dapat menyampaikan visi mereka dengan jelas dan menunjukkan komitmen yang kuat untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, melalui debat ini kedua pasangan calon dapat saling mempertajam visi-misi-dan program unggulannya. “Hal penting lainnya, kedua paslon harus menjaga etika debat dan menunjukkan kepada masyarakat semangat bersaing seraya membangun Provinsi Lampung yang kita cintai bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, tema Infrastruktur dan Ekonomi sangat relevan, karena keduanya merupakan faktor primer bagi kemajuan Provinsi Lampung di masa yang akan datang. Menurutnya lagi, Infrastruktur yang baik akan mendukung pertumbuhan ekonomi, begitu juga sebaliknya. “Namun, saya pikir tema ini dapat diperluas lagi dengan menambahkan aspek kesejahteraan sosial, pembangunan berkelanjutan, dan pemerataan kesejahteraan,” kata dia.

Lebih lanjut, dirinya berharap Panelis dalam menyusun pertanyaan harus tetap netral dan objektif, sehingga masing-masing paslon dapat memberikan opsi-opsi terbaik mereka dalam menjawab pertanyaan. Selain itu, pertanyaan harus mengarah pada masalah nyata dan menantang kandidat untuk memberikan solusi konkret, bukan hanya janji politik. “Selain itu, pertanyaan harus dapat mengupas aspek akuntabilitas, menilai bagaimana paslon akan menjalankan program, dan mengukur keberhasilan program,” pungkasnya. (Ramona).