Harianpilar.com, Lampung Utara – Warga keluhkan tumpukan sampah milik Perguruan tinggi Akademi Kebidanan Gemilang Husada Kotabumi, Lampung Utara. Sampah menumpuk didua titik di areal gedung kampus. Dugaan kuat sampah sengaja dibuang sembarangan oleh pihak kampus.
Wawan (34), warga sekitar Kampus Akbid, mengatakan tumpukan sampah itu terdapat dipinggiran sungai kecil yang berserakan dibelakang gedung Gemilang Husada Kotabumi. “Ada dua titik tumpukan sampah dibelakang gedung. Sampah itu berasal dari sekolah tinggi Gemilang Husada,” kata Wawan,
Mendengar informasi pembuangan sampah sembarangan tersebut, pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Lampura, mendatangi lokasi tumpukan sampah, dan memberikan himbauan kepada pihak Yayasan Gemilang Husada. “Kita sudah cek lokasinya dan ternyata benar. Ada banyak sampah yang bertumpuk dibelakang gedung,” ujar Kabid Pengawasan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan, BLHD Lampura, Hamdani, usai meninjau lokasi.
Jika nantinya, lanjut dia, pihak Gemilang Husada tidak mengindahkan himbauan BLHD maka selanjutnya akan diberikan surat teguran. “Nanti akan kita cek lagi tempatnya, kami harap mereka sesegera membersihkan sampah itu,” kata Hamdani.
Sekretaris Yayasan Gemilang Husada, Maryanu Muchlisin membenarkan, pihaknya membuang sampah dibelakang gedung sekolah. Karena Yayasan tidak punya tempat pembuangan sampah. Selain itu, tempat lokasi pembuangan sampah itu adalah milik yayasan pribadi, yang tidak menganggu tanah milik warga. “Kami membuang sampah ditanah kami, tanah belakang kan miring, sengaja kami buang sampah disitu biar tanahnya rata,” katanya berdalih.
Menurut Maryanu, pembuangan sampah di belakang gedung yayasan seperti itu bukanlah hal yang menyalahi aturan. Terlebih tanah itu milik sendiri dan lokasi sampah pun jauh dari pemukiman warga setempat. “Sampah yang kami tumpukan disitu tidak akan menimbulkan dampak buruk, jauh kok dari rumah warga” tegas dia.
Kedepan, lanjut dia, pihaknya akan sesegera melakukan pembersihan sampah dan tidak akan melakukan pembuangan ditempat yang sama. Hal itu dikarenakan, adanya himbauan dari pihak Pemerintah (BLHD). “Kita akan segera bersihkan sampah itu,” tutupnya. (iswant /yoan)









