Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik Lampung merilis angka pendudukan miskin di Lampung medio Maret 2015 mencapai 1.163,49 ribu orang (14,35 persen), bertambah 19,6 ribu orang (0,14 persen). Angka ini meningkat dibandingkan September 2014 yang sebesar 1.143,93 ribu orang (14,21 persen).
Selain itu, BPS juga menegaskan pada indeks kedalaman kemiskinan daerah pedesaan menunjukan kecenderungan memburuk. “Di mana indek kedalaman kemiskinan pada Maret 2015 sebesar 2,603 lebih tinggi dibandingkan kondisi September 2014 sebesar 2,435,” kata Kepala BPS Lampung, Adhi Wiriana, Selasa (16/9/2015).
Terkait kondisi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, meminta agar pemerintah Lampung memiliki program yang prorakyat.
“Yang pasti tingkat kemiskinan harus dikendalikan dengan program-program pemerintah yang prorakyat,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Toto Herwantoko, di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2015).
Menurutnya, banyaknya biaya-biaya yang untuk disalurkan ke masyarakat kecil harus ditambah, kemudian memperluas lapangan pekerjaan, atau menciptakan pengusaha-pengusaha baru. “Ya harus dana untuk masyarakat harus tersalurkan,” ujarnya.
Lebih lanjut politis Demokrat itu mengatakan, pemerintah harus bersama tidak hanya mengendalikan tapi mengentaskan kemiskinan dengan peningkatan pertumbuhan perekonomian, bangun jalan, di Lampung.
Untuk mengurangi kemiskinan harus simultan, bantuan yang sifatnya bergulir.
Dampak lemahnya rupiah tidak hanya dirasakan oleh Lampung, namun global.
“Kalau pertumbuhan ekonomi menurun, ya akan berdampak pada masyarakat, misalnya pabriknya tutup, produksinya berkurang, proses jual beli melemah,” katanya. (Fitri/JJ)









