Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung menerima Mobil Laboratorium Keliling, dan Sertifikat Sistem Manajemen Pengawasan Keamanan Pangan Segar yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas) selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKP-P), di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/11).
Kegiatan launching pasar pangan aman dan penyerahan mobil laboratorium keliling dirangkai dengan kegiatan Penyerahan sertifikat Pengawasan Keamanan Pangan, Pameran pangan segar aman dan bermutu, Temu Teknis OKKP, dan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, menerima Mobil Laboratorium Keliling dan penghargaan berupa Sertifikat Sistem Pengawasan Keamanan Pangan Segar dengan kategori Sangat Baik yang diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
Bani Ispriyanto menjelaskan penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang memiliki kinerja pengawasan keamanan pangan pre-market dan post-market tertinggi bersama 5 Provinsi lainnya, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
“Provinsi Lampung dianggap punya kinerja yang baik dalam sistem tata kelola keamanan pangan. Keberhasilan Provinsi Lampung karena memberikan perhatian yang serius untuk pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (21/11).
Selain itu menindaklanjuti terbitnya Perbadan No. 12/2023 dan penilaian sistem pengawasan keamanan pangan, dilakukan penyerahan Sertifikat Sistem Manajemen Pengawasan Keamanan Pangan Segar kepada 15 (lima belas) Dinas Urusan Pangan tingkat Provinsi, dengan hasil 6 Provinsi kategori Sangat baik (Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung dan Sumatera Barat) dan 9 Provinsi lainnya kategori baik.
Provinsi Lampung berpartisipasi dalam pameran keamanan pangan menghadirkan PSAT yang telah memperoleh jaminan keamanan pangan baik pangan impor maupun produksi dalam negeri. Terdapat 11 provinsi yang berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu Provinsi Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Selatan, dan 5 (lima) pelaku usaha pangan segar impor. (Ramona/JJ).









