Harianpilar.com, Tulangbawang – Potensi dan peluang usaha yang ada di Kabupaten Tulangbawang (Tuba), dapat dijadikan modal dalam mempromosikan potensi kepada para investor lokal maupun asing, untuk menanamkan modalnya di Tuba.
Selain itu, potensi ini juga bisa merangsang pemerintah pusat untuk meluncurkan bantuannya ke Tuba.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuba, Drs. Antoni MM, menjelaskan, dengan kondisi dan potensi yang dimiliki Kabupaten Tuba para investor dapat tertarik dan menanamkan modal mereka ke Tuba, apabila potensi peluang usaha yang ada diinformasikan ke publik.
Menurut Antoni, dengan dibangunnya dunia usaha di Tuba, investor yang menanamkan modalnya maka dapat dipastikan pembangunan di daerah tersebut akan lebih cepat maju dan berkembang otomatis perputaran perekonomian akan lebih cepat sehingga masyarakat akan sejahtera.
Dijelaskannya, pemerintah daerah ibarat produsen, sedangkan investor diibaratkan konsumen, ketika produsen ingin barang yang diproduksi laku dijual ke pasaran.
“Maka produsen harus dapat mempromosikan dari mulai kegunaan, manfaat barang dagangannya sehingga konsumen dapat tertarik dan membelinya,” ujar Antoni.
Antoni menjeaskan, pada tahun 2014 potensi dan peluang usaha yang telah diraih di bidang pertanian dan perkebunan jenis-jenis yang sudah dihasilkan dan luas lahan yaitu, Ubi Kayu luas tanaman 20.370 Ha, luas panen 19.737 Ha, hasil produksi 602.952 ton,
Padi lus tanaman 53.274 Ha, luas panen 51.376Ha, hasil produksi 263.353ton, jagung luas tanaman 2.116ha, luas panen 1.790ha, hasi produksi 10.595ton, kedelai luas tanaman 572ha, luas panen 572ha hasil produksi 450ton, kelapa sawit luas tanaman 37.213ha, luas panen 27.936ha hasil produksi 411.660ton, jenis barang yang kita hasilkan, tebu lus tanaman 35.361ha, luas panen 35.361ha, hasil produksi 240.037ton, karet luas tanaman 33.051ha, luas panen 22.858ha dan hasil produksinya 29.274ton.
Sedangkan untuk peluang usaha dari hasil produksi pertanian dan perkebunan itu sendiri yaitu, industri pembenihan padi dan jagung, industri pakan ternak, industri minyak dan tepung jagung, industri etanol, industri tepung tapioka, industri makanan ringan, unit pengelolaan jagung dan singkong, unit pengelolaan beras, pengelolaan minyak sawit (CPO) dan industri hilirnya, pengelolaan biji sawit dan industri hilirnya, pengelolaan tandan buah kosong (TBK) dan batang pohon sawit, pengelolaan karet.
Untuk dunia pendidikan sendiri lanjutnya, perkembangan yang telah dicapai APK SD/MI 106,96%, APK SMP/MTS 77,41%, APK SMA/MA 61,84%, APK PT 1,58%, untuk APM SD/MI 97,65%, APM SMP/MTS 77,41%, APM SMA/MA 45,87%, APM PT 1,58%, untuk APS SD/MI 98,18%APS SMP/MTS 85,49%, APS SMA/MA 54,78 %, APS PT 6,4%.
Peluang usaha untuk para inpestor sendiri dalam dunia pendidikan di Kabupaten Tuba, pembanguna pusat kursus dan pelatihan, toko buku dan peralatan sekolah dan pembangunan perguruan tinggi swasta.
Menurut Antoni, dari hasi produksi pertanian dan perkebunan dan Pendidikan itulah, maka dapat kita sempaikan jenis-jenis peluang usaha apa saja yang dapat menjadi pedoman bagi para inpestor menanamkan modal yang mereka miliki di bidang usaha yang memiliki peluang usaha pasar yang baik. (Merizal/Juanda)









