Harianpilar.com, Pesawaran – Baru berjalan satu bulan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah di tiga kecamatan, Kabupaten Pesawaran ditutup lantaran penyebaran COVID-19 meningkat.
Menyusul, tiga kecamatan yakni Waylima (zona merah) dan dua Kecamatan Wayrilau dan Gedongtataan masuk zona orange.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran, Anca Martha Utama mengungkapkan, langkah pemberlakuan lockdown pada satuan pendidikan ini, merupakan antisipasi terhadap penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.
Dan di sisi lain lockdown salah satu strategi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
“Ya untuk satuan pendidikan Kecamatan Waylima kita terapkan lockdown secara keseluruhan. Sedangkan untuk di dua kecamatan yang berstatus orange khusus untuk sekolah yang lingkungannya terdampak pandemi saja,” terang Anca, saat dikonfirmasi melalu ponselnya, Rabu (2/2).
Ditegaskan Anca, terkait penutupan PTM bagi sekolah yang terdampak pandemi, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan kembali dibuka. Namun tentunya akan mengevaluasi selama dua minggu ke depan terkait Suspek COVID-19 di wilayah tersebut.
“Kita lakukan tracing terkait penyebaran Covid di lingkungan anak-anak sekolah ini. Ya, memang untuk di lingkungan sekolah sendiri belum ada siswa yang terpapar, namun perlu diwaspadai demi keselamatan,” ujarnya.
Anca juga memastikan pihak akan memantau perkembangan pandemi di wilayah tersebut.
“Yang jelas, kita lihat dua minggu ke depan, jika menurun dan tidak ada penambahan, maka PTM kita buka kembali dengan tentunya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” tegasnya.
Masih kata Anca, meski diberlakukan lockdown dirinya berharap untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih tetap berjalan melalui daring.
“Untuk KBM tetap berjalan melalui daring, kita menutup PTM karena menyangkut keselamatan siswa, meski belum ada anak sekolah yang terkonfirmasi Covid namun perlu diantisipasi karena virus ini sangat mematikan,” tandasnya. (*)









