oleh

Bersama Lima Anaknya, Rohmat Tinggal Di Rumah Gribik Tanpa Fasilitas MCK

Harianpilar.com, Tanggamus – Kehidupan yang dilalui Rohmad, salah seorang warga masyarakat Dusun Kebumen  RT. 001/001, Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus sangat memprihatinkan. Bersama lima anaknya, Rohmat tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan tidak ada fasilitas tempat mandi, cuci, kakus (MCK).

Rohmat (50) yang bekerja sebagai buruh tani harian lepas ini, harus bertahan tinggal di rumah gubuk reyot bersama lima anak. Selama ini Rohmat belum mampu memperbaiki rumahnya, karena hasil dari pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya kadang masih kurang.

“Saya dan keluarga kalau mau mencuci, mandi dan buang hajat (BAB) ya harus ke sungai, apa lagi kalau hujan tiba, rumah saya banyak yang bocor mas,” ujar Rohmat dengan mata yang berkaca-kaca, Rabu (11/08/2021).

Rohmat juga sangat berharap kepada pemerintah  daerah agar dirinya mendapat bantuan bedah rumah yang sedang di gadang-gadangkan oleh Bupati Tanggamus.

“Ya, untuk bantuan dari pemerintah pekon ada, tapi masih belum cukup, ya saya sangat berharap kepada Ibu Bupati agar dapat memberikan bantuan bedah rumah,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua RT setempat, Junaidi, mengatakan, memang benar keluarga Rohmat tinggal dirumah tidak layak huni (RTLH) dan kondisinya sangat memprihatikan

“Saya selaku RT merasa kasian sekali melihat keadaan rumah bapak Rohmat yang berdindingkan papan dan gribik  (red- anyaman bambu) nampak terlihat  lapuk dan atapnya sudah banyak yang bocor,”  ujar Junadi.

Sementara Kepala Pekon setempat, Yuhendri, mengaku sedang berusaha mengangkat beban kehidupan terutama rumah tempat tinggal warga pekon yang ia pimpin.”Kami dari pihak pekon sedang berusaha untuk membuat proposal untuk diajukan ke dinas terkait agar rumah warga masyarakatnya yang tidak layak huni (RTLH) mendapatkan bantuan bedah rumah,” ujar Kakon.

Yuhendri yang belum genap setahun  menjabat sebagai Kakon tersebut mengatakan, selaku kakon pihaknya akan memperhatikan khususnya bagi tempat tinggal warganya yang RTLH.

“Terkait rumah pak Rohmat itu masih mending, ada rumah warga saya yang mau roboh malah, ya mudah-mudahan ke depan Pemda khususnya dinas terkait dapat merealisasikan apa yang kita ajukan (red- proposal),” harap kakon. (Imron)