oleh

Bandarlampung Bebas Beras Sintetis

Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kota Bandarlampung memastikan Bandarlampung bebas dari peredaran beras sintetis yang belakangan ini beredar di Pulau Jawa.

Kepastian itu setelah BKP3 melakukan monitoring ke sejumlah pasar di Bandarlampung.

“Dari empat pasar yang sudah kita datangi, kesimpulannya pedagang beras di Bandarlampung tidak menjual beras sintetis. Karena rata-rata penjual memasok beras dari wilayah sekitar Bandarlampung, misalnya dari Natar, Pringsewu, Talangpadang, Metro, dan lumbung-lumbung lain di wilayah Lampung,”  ungkap Sekretaris BKP3 Kota Bandarlampung Arwan Arifin, saat ditemui di Pasar Waydadi, Minggu (24/5/2015).

Menurut Arwan, pihak melakukan monitoring sejak Jumat (22/5/2015) yang dimulai dari Pasar Induk Tamin dan Pasar Koga. Sejak dilakukannya monitoring, kata Arwan, pihaknya belum menemukan adanya peredaran beras sintetis di pasar-pasar tradisional di Bandarlampung.

Kendati demikian, Arwan tetap mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih beras yang akan dikonsumsi. Untuk beras sintetis sangat mudah untuk mengetahunya dengan cara direndam di air.

“Kalau berasnya mengambang, berarti itu beras sintetis, karena beras yang asli kan lebih berat,” jelasnya.

Sementara, Lina (32) pemilik Toko Beras Mangkok Emas di Pasar Waydadi Sukarame, membenarkan bahwa beras yang dijualnya tidaklah dipasok dari luar Lampung. Bahkan, namun beras yang dijualnya diproduksi sendiri dari wilayah Pringsewu.

“Iya mas, kalau kita jual beras dari hasil produksi sendiri, kita giling sendiri. Dan kita jamin bahwa gak ada dicampur-campur sama beras plastik. Lagipula kita tahu bahayanya,” ungkapnya. (Buchari/Juanda)