Harianpilar.com, Pesawaran – Indikasi borong partai oleh petahana di pilkada Pesawaran 9 Desember 2020 mendatang, dinilai elite politik Pesawaran mengancam tegaknya demokrasi di Bumi Andan Jejama. Terkait hal itu, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam tokoh masyarakat, tokoh adat dan akademisi serta perwakilan pedagang Pesawaran, kunjungi Rumah PAN Pesawaran, Kamis (25/06/2020).
Yur Aplah, tokoh masyarakat Pesawaran yang turut hadir di Rumah PAN mengatakan, pesta rakyat pada pilkada mendatang sejatinya tidak hanya menghadirkan satu sosok calon saja (petahana-red). Namun juga diikuti lebih dari satu calon yang berkompetisi. Dan ia berharap, sosok seperti putra daerah dapat turut serta dalam kontestasi perebutan kursi RI Pesawaran diakhir tahun 2020 ini.
“Kekhawatiran sebahagian masyarakat tentang pilkada mendatang, kekhawatiran akan tampilnya tokoh atau calon tunggal, dan itu sangat mengganggu, karenanya kami meminta PAN menjadi parpol solusi terciptanya demokrasi di Kabupaten yang kita cintai ini,” ucap Yur Aplah, di Rumah PAN, Kamis (25/06/2020).
Yur Aplah mengingatkan, berdirinya Kabupaten Pesawaran dari pemekaran wilayah untuk rentang kendali pemerintahan dan selain itu, Kabupaten yang lahir pada tahun 2007 silam dapat selalu menjaga demokrasi tumbuh bagus di Bumi Andan Jejama.
“Kami datang kesini guna mendesak partai PAN mengambil langkah-langkah politis untuk menjamin demokrasi Pilkada Pesawaran berlangsung baik,” ketusnya.
Selain dari partai PAN lanjut Yur Aplah, pihaknya juga akan mendatangi parpol lain yang diketahui belum menentukan rekom kepada salah satu pasangan calonkada.
“Setelah ini kita akan berkunjung ke parpol lain yang memang masih belum mengeluarkan rekom terkait pasangan calon yang diusung. Selain itu melalui PAN ini masyarakat berharap PAN dapat juga melakukan loba-lobi dengan partai lainnya untuk dapat menyerap keinginan dan harapan masyarakat pesawaran,” tukasnya.
Senada dikatakan salah satu akademisi pesawaran, Ahmad Dahro menambahkan, saat ini Parpol yang ada terutama partai PAN dapat mengeluarkan putra daerah selaku kader terbaiknya untuk turut serta dikontestasi Pilkada Pesawaran 9 Desember 2020.
“Ini saatnya parpol yang ada terutama PAN untuk memunculkan kader terbaiknya, hakikatnya parpol itu menyediakan kader pemimpin. Dan kalau parpol tidak memunculkan pemimpinnya, ya “mandul itu,” ucap Ahmad Dahro.
Ditempat sama, menyikapi keinginan dan desakan masyarakat terkait ekspektasi berlangsungnya demokrasi di Pilkada Pesawaran, sekretaris PAN Pesawaran, Saptoni menyatakan, aspirasi atas kehadiran elemen masyarakat Pesawaran ini merupakan sebuah rujukan dan motifasi tersendiri bagi PAN guna menentukan sikap pada perhelatan Pilkada Pesawaran mendatang.
“DPD PAN Pesawaran hingga saat ini belum menerima tembusan dari DPP baik itu surat tugas ataupun rekomendasi terhadap salah satu paslon. Dan mengenai harapan masyarakat supaya PAN bisa menjadi pelopor tegaknya demokrasi, tentunya akan kami sampaikan ke DPP supaya kiranya tidak terjadi pembodohan politik di Bumi Andan Jejama dengan munculnya satu paslon saja pada Pilkada Desember mendatang,” tandas Saptoni. (Fahmi)









