oleh

Hari Anak Nasional, Alfamart Perkuat Gizi Balita Pesawaran Lewat Program Satu Telur Sehari

Pesawaran, Lampung – Sebanyak 85 balita bersama orang tua mereka berkumpul di Balai Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (23/7/2026). Di tengah peringatan Hari Anak Nasional 2026, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran keluarga akan pentingnya pemenuhan gizi dan pengasuhan dalam mencegah stunting.

Anak-anak penerima manfaat berasal dari enam desa, yakni Sukaraja, Sukadadi, Gedong Tataan, Karang Anyar, Pampangan, dan Way Layap. Wilayah tersebut menjadi sasaran penyaluran telur dalam Program Satu Telur Sehari (STS) yang digagas Alfamart selama enam bulan.

Program ini tidak sekadar menghadirkan bantuan pangan berupa satu butir telur setiap hari. Alfamart juga memperkuat intervensi tersebut melalui edukasi gizi bagi orang tua agar pemenuhan kebutuhan nutrisi anak dapat berjalan beriringan dengan pola asuh yang tepat.

Melalui program yang berlangsung sejak Mei hingga Oktober 2026 tersebut, Alfamart menargetkan 2.700 anak usia 1–3 tahun yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota. Total telur yang disalurkan mencapai lebih dari 510.000 butir.

Di Pesawaran, edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting dari rangkaian program. Sebab, upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dengan memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga membutuhkan pemahaman keluarga mengenai pola asuh dan kebutuhan anak pada masa pertumbuhan.

Ketua DPD IPeKB Provinsi Lampung, Dra. Mariyati, mengatakan masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah jendela peluang emas yang tidak akan terulang. Pada masa inilah otak dan organ vital anak berkembang sangat pesat. Mencegah stunting bukan hanya soal memberi makan, melainkan menerapkan tiga pilar pengasuhan utama, yaitu Asah melalui stimulasi mental, Asih dengan memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta Asuh melalui pemenuhan gizi seimbang, imunisasi lengkap, dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Mariyati.

Menurutnya, pengasuhan yang responsif dan penuh kasih sayang di lingkungan keluarga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Dengan demikian, pemenuhan gizi dan pengasuhan menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Sementara itu, Ahli Gizi Puskesmas Gedong Tataan, Yulies Fitriani, S.Gz, menjelaskan bahwa telur dipilih sebagai salah satu sumber pangan dalam program karena memiliki kandungan gizi yang padat dan mudah diperoleh masyarakat.

“Telur merupakan pangan dengan kandungan gizi yang lengkap. Untuk pertumbuhan fisik anak, telur menyediakan protein bernilai biologis tinggi serta leusin yang dibutuhkan tubuh dalam pembentukan jaringan otot dan jaringan tubuh lainnya,” jelas Yulies.

Selain mendukung pertumbuhan fisik, kandungan kolin dalam telur juga berperan dalam perkembangan fungsi kognitif, daya ingat, dan sistem saraf anak.

“Kolesterol bukan, yang dimaksud adalah kolin. Kolin merupakan salah satu nutrisi yang berperan penting dalam pembentukan asetilkolin, senyawa neurokimia yang mendukung perkembangan fungsi kognitif, daya ingat, dan sistem saraf otak balita,” tambahnya.

Program Satu Telur Sehari sendiri terus mengalami perkembangan sejak pertama kali dijalankan pada 2022. Pada tahun tersebut, program menyalurkan sekitar 177.000 butir telur untuk 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

Memasuki 2026, cakupan program meningkat menjadi 2.700 anak di 39 kabupaten/kota dengan alokasi lebih dari 510.000 butir telur. Peningkatan cakupan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak yang membutuhkan.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi anak penerima manfaat.

“Dari hasil monitoring internal kami di tahun 2025, sebanyak 72 persen anak penerima manfaat berhasil mengalami peningkatan berat badan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa ketika nutrisi tepat diberikan dan didampingi pola asuh yang baik, anak-anak kita bisa tumbuh lebih sehat,” ungkap Rani.

Melalui Program Satu Telur Sehari, Alfamart berharap intervensi pemenuhan gizi dapat memberikan manfaat yang lebih panjang bagi anak dan keluarga. Edukasi yang diberikan kepada orang tua diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan kebiasaan makan bergizi dan pola pengasuhan yang tepat, sehingga upaya pencegahan stunting dapat terus dilakukan dari rumah.(Ramona).

Komentar