Harianpilar.com, Mesuji – Berbeda dengan kondisi anggaran di desa, kalau sebelumnya sejumlah SKPD Mesuji kehilangan bebarapa anggaran akibat berkurangnya dana transfer pusat, namun Anggaran Dana Desa (ADD) justru bertambah signifikan.
Sekretaris Badan Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPPMD) Mesuji Arif Dwiyanto menuturkan, pada rencana awal tahun Mesuji hanya mendapat kucuran ADD sebesar Rp8,9 miliar, kini pemerintah pusat bakal menambah ADD menjadi sekitar Rp29 miliar.
Hal tersebut diketahuinya setelah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2015 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015.
“Dalam Perpres Nomor 36 tahun 2015 disampaikan bahwa dana desa Mesuji bertambah dari rencana awal yang diinfokan. Penambahan juga terjadi di daerah lain. Kebijakan ini merupakan kebijakan nasional,” ujar Arif.
Dipaparkannya, jadi dana yang akan diterima tiap desa pun berubah. Jika dirata-rata, pemerintah desa akan mendapatkan DD sekitar Rp260 juta hingga Rp300 juta. “Dana dibagi secara proposional berdasarkan beberapa faktor. Antara lain jumlah penduduk, kondisi geografis, luas wilayah desa setempat, serta jarak ke kota,” imbuhnya.
Takhanya itu, untuk pencairan dana desa, pihaknya masih menunggu pengajuan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) yang saat ini masih belum dikumpulkan sejumlah besar desa. Menurutnya, sejumlah desa masih mengalami kesulitan dalam penyusunan APBDes. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar roadshow terkait penyusunan APBDes.
“Meski memang rumit, tapi kami yakin desa dapat menyelesaikan penyusunan APBDes mereka. Sebagai bentuk perhatian, kita akan gelar roadshow ke lapangan terkait penyusunan APBDes,” tukasnya. (Sandri/JJ)









