Harianpilar.com, Bandarlampung – Rakata Institute memprediksi akan terjadi duel Head To Head (H2H) pada ajang Pilkada 2015 mendatang. Duel tersebut kemungkinan besar akan terjadi Pildaka Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Pilkada Bandarlampung duel H2H dimungkinkan terjadi pada incumbent Herman HN vs Thabrani Harun. Sedangkan di Lamsel Rycko Menoza Vs Zainuddin Hasan.
“Hal ini berdasarkan analisis popularitas 29 kandidat yang akan bertarung di Pilkada Bandarlampung dan 13 kandidat di Lampung Selatan. Ini juga berdasarkan potensi kandidat sebagai bupati/walikota serta tingkat popularitasnya,” ujar Direktur Eksekutif – Rakata Institute Eko Kuswanto, dalam rilisnya, Selasa (28/4/2015).
Eko mengungkapkan, pihaknya telah melakukan survey pada tanggal 17-23 April 2015 dengan metode stratified random sampling dengan jumlah 1.000 responden untuk Bandarlampung, dengan tingkat kepercayaan 95% dan toleransi kesalahan plus minus 3% dan 400 responden untuk Lampung Selatan dengan tingkat kepercayaan 95% dan toleransi kesalahan plus minus 5%.
“Berdasarkan survey di Bandarlampung Herman HN berpeluang maju sebagai calon dengan tingkat popularitas 94,20 % dan Thabrani Harun dengan tingkat popularitas 70,40 %. Sedangkan di Lampung Selatan Rycko Menoza berpeluang maju sebagai calon dengan tingkat poplaritas 92,50 % dan Zainuddin Hasan dengan tingkat popularitas 83,50%,” terangnya.
Menurutnya, peluang terjadinya H2H di dua wilayah tersebut didasarkan pada tiga hal yakni, jenjang waktu yang tersisa 3 bulan relatif sulit untuk digunakan calon yang popularitasnya rendah untuk melaju mendapatkan tiket parpol, juga pertarungan memperebutkan tiket parpol sangat ketat, sehingga akan memperngaruhi peta koalisi, pertimbangan lainnya seperti dukungan jaringan, dukungan finansial, dan keseriusan melakukan sosialisasi.
Dipaparkannya, pemenang pertarungan H2H ini akan sangat ditentukan dari ketepatan memilih pasangan wakil walikota/wakil bupati. Pertarungan menjadi pasangan calon walikota/bupati lebih kompetitif mengingat kandidat yang muncul dalam penjaringan parpol cukup banyak.
“Meskipun demikian dibutuhkan kerja yang cukup intensif dalam kurun waktu yang singkat agar popularitas kandidat wakil walikota/wakil bupati menjadi lebih tinggi dari saat ini, hal ini untuk menjaga peluang keterpilihan menjadi tandem atau pasangan calon walikota/bupati,” jelasnya.
Diyakininya, jika H2H ini benar-benar terwujud, maka kompetisi di kedua wilayah itu akan seperti mirip pertarungan dua parpol yakni PDIP vs PAN. Herman HN dan Rycko memiliki peluang besar untuk diusung oleh PDIP, sedangkan Tabrani Harun dan Zainuddin Hasan berpeluang mendapat tiket PAN untuk maju sebagai walikota/bupati.
“Data data tersebut masih berpeluang berubah dan fluktuatif mengingat semua kandidat terus gencar melakukan sosialisasi. Survei berkala pada bulan-bulan selanjutnya akan dilakukan Rakata Institute untuk mulai menilai akseptabilitas dan elektabilitas kandidat. Dalam hal ini popularitas yang tinggi merupakan ‘harga mati’ untuk membuka peluang keterpilihan, meski pada akhirnya popularitas tidak selalu berkorelasi positif dengan elektabilitas,” imbuhnya. (Buchari/JJ)









