oleh

Lampung Targetkan Satu Juta Ton Gabah Kering Giling

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Pertanian Hortikulutra dan Tanaman Pangan  Provinsi Lampung tak hanya akan meningkatkan hasil panen hingga satu juta ton gabah kering giling. Namun pada tahun yang sama juga akan meningkatkan hasil produksi bawang dan cabai.

Kepala Dinas Pertanian Hortikulutra dan tanaman pangan Provinsi Lampung Lana Rakyanti mengatakan, hampir setiap tahunnya Provinsi Lampung menyumbangkan 560 ribu ton hasil pertaniannya ke tingkat nasional.

Lampung sebagai pintu gerbang pulau Sumatera memiliki banyak hasil pertanian yang sudah menjadi unggulan, seperti jagung, singkong, kopi, tebu dan karet. “Lampung bisa memiliki hasil pertanian yang lebih baik, apalagi dilihat dari luas wilayah dan masih banyaknya lahan yang bisa dijadikan perkebunan dan persawahan, jadi wajar kalau kita bisa memenuhi stok nasional, selain itu kita juga akan terus mengawasi lahan pertanian kita agar tidak berubah ahli fungsi,” jelasnya saat ditemui di depan ruang rapat Asisten, Selasa (14/4/2015).

Selain itu Lampung juga setiap tahunnya selalu men-surplus tanaman bawang dan cabai diman selalu menopang kebutuhan di tingkat nasional. Selain padi, sudah beberapa tahun Lampung juga selalu surplus bawang, hasil pertanian bawang dan cabai di Lampung saat ini sangat meningkat dalam setiap tahunnya Lampung menyuplai sebanyak 560 ribu ton bawang dan cabai ketingkat nasional.

Lebih lanjut Lana menjelaskan, saat ini Provinsi Lampung digenjot untuk peningkatan satu juta ton gabah kering giling, yang bertujuan untuk menambah suplai beras ketingkat nasional.

Untuk mengantisipasi kelonjakan harga cabai di pengunjung tahun, Provinsi Lampung akan menghimbau kepada seluruh petani cabai dan bawang yang ada dibeberapa kabupaten untuk dapat melakukan tanam tumbuh sekitar Juli mendatang.

Lana mengharapkan, agar program Kementrian Pertanian Hortikultura dan Tanaman Pangan sedang berusaha melakukan tanam tumbuh bawang dan cabai pada musim panas. ” Dengan begitu dapat mengantisipasi melonjaknya harga komuditi tersebut di penghujung tahun ini, yang selalu menjadi masalah di kalangan masyarakat, dengan naiknya harga komoditi tersebut setiap tahunnya,” ujarnya. (Fitri/Lia)