Harianpilar.com, Pringsewu – Kabupaten Pringsewu sebagai lumbung pangan Provinsi Lampung ternyata tidak sekedar dan sebatas cita-cita dan keinginan saja. Namun memang benar-benar terbukti. Nyatanya hasil panen padi di daerah berjuluk Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini memang berlimpah dan cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, meskipun masalah alih fungsi lahan pertanian masih menjadi persoalan yang perlu diseriusi.
Namun berkat usaha dan upaya yang intens dan langkah antisipasi, keberhasilan dalam meningkatkan produksi pangan masih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Setelah sebelumnya masyarakat di Pekon (Desa) Tulungagung dan sejumlah pekon lainnya di berbagai kecamatan di Pringsewu melaksanakan Panen Raya , kali ini giliran warga Pekon Kediri Kecamatan Gadingrejo yang menikmati kebahagiaan karena hasil panen yang berlimpah.
Bertempat di areal persawahan kelompok tani (Poktan) Mitra Mandiri di Dusun Brebes, Pekon Kediri Kecamatan Gadingrejo, Rabu (8/4/2015) masyarakat setempat melaksanakan acara syukuran Panen Raya SL-PHT Swadaya.
Menurut Ketua Poktan Mitra Mandiri Tulus Utami, kelompok yang dipimpinnya yang berdiri pada tahun 2012 lalu, saat ini beranggotakan 28 petani, memiliki luas hamparan 15 hektar berupa sawah tadah hujan, sedangkan lahan kering seluas 5 hektar.
Sementara hewan ternak dan unggas sebanyak 23 ekor ternak besar dan 27 ternak kecil yang berasal dari program Gema Sewu Bersenyum Manis, yaitu program kerakyatan tahun 2014 sebanyak 12 induk, dan saat ini menjadi 27 ekor unggas (ayam petelur dan ayam kampung). “Untuk kegiatan SL-PHT Swadaya dimulai sejak 8 Januari 2015 hingga sekarang,” katanya.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung yang diwakili Kabid Tanaman Pangan Eko Diah mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menargetkan Provinsi Lampung penambahan produksi 1 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2015 dan 2016 melalui program UPSUS padi.
“Oleh karena itu sasaran tahun 2015 yang semula ditargetkan 3,4 juta ton GKG menjadi 4.003.330 ton GKG. Ini merupakan tugas yang berat sehingga perlu kerja keras untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
Diungkapkannya, berdasarkan angka tetap BPS tahun 2013, produksi padi Provinsi Lampung sebesar 3.207.002 ton GKG. “Kabupaten Pringsewu memberikan kontribusi sebesar 120.275 ton atau 3,95 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutannya mengingatkan, dengan hasil panen yang meningkat ini, kewajiban kita semua adalah mempertahankan dan terus mengembangkannya lagi.
“Yang perlu diingat, jangan lupa untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Salah satu cara kita bersyukur adalah dengan membayar zakat bagi kaum muslim, serta tidak lupa akan kewajiban kita sebagai warga negara yakni membayar pajak,” katanya. (Sahirun/JJ).









