oleh

Pamsimas Bermasalah, Kadis PU Panggil Kades Tebajawa

Harianpilar.com, Pesawaran – Terkait program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyaraka (Pamsimas) 2018 Desa Tebajawa, Kecamatan Kedondong yang diduga bermasalah, Kepala Dinas PU Perkim Kabupaten Pesawaran, Firman Rusli, mengambil langkah tegas dengan memanggil Kades dan Ketua Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) Desa Tebajawa.

Menurut Firman, program pemerintah pusat dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih pedesaan itu, belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa setempat.

“Tadi sudah kita panggil Kades dan Ketua KKM serta Fasilitator Masyarakat (FM) maupun tenaga teknisnya. Kita minta pembangunan Pamsimas Desa Tebajawa untuk direlokasi, supaya keberadaan pembangunan Pamsimas ini bisa dirasakan masyarakat,” Cetus Firman, Senin (11/02/2019).

Mengingat katanya, keberadaan pembangunan Pamsimas yang sudah diselesaikan pekerjaan pembangunanannya itu, jauh dari apa yang menjadi harapan semua pihak.

“Tujuan dari program Pamsimas ini kan air bersih, untuk apa bangunannya kalo air bersihnya gak ada dan gak bisa dirasakan masyarakat,” sengitnya.

Karenanya tegas Firman, pihaknya meminta Kades dan KKM bertanggung jawab untuk segera mencarikan solusi dengan kembali membangun dan menempatkan pada tempat yang tentunya memiliki sumber mata air bersih.

“Dari awal sudah ditentukan titik kordinat oleh tenaga teknis, namun diperjalanan dialihkan oleh ketua KKM ketempat yang sekarang ini dibangun, ya akhirnya sumber air bersih yang diharapkan tidak bisa dirasakan oleh masyarakat,” ulasnya.

Selanjutnya saat disinggung terkait  anggaran dari pengalihan lokasi bangunan Pamsimas yang ada saat ini, apakah Dinas PU Perkim turut bertanggung jawab akan membantu?. Secara tegas dikatakan Firnan, Dinas tidak memiliki alokasi anggaran untuk itu.

“Kami tidak mempunyai badget untuk itu, silahkan pakai anggaran yang sudah ada, sekiranya tidak memadai rembuk pekonlah carikan solusinya, apakah dengan swadaya masyarakat ataukah seperti apa,” cetusnya.

Lebih jauh Firman menekankan kepada penerima program Pamsimas, supaya bisa menjaga bangunan yang ada. Sehingga program pemenuhan kebutuhan air bersih pedesaan ini memang benar-benar bermanfaat.

“Nah kalau program pamsimas sudah berjalan di Desanya, kebutuha tentang air bersih sudah bisa tercukupi, maka kedepannya mesti harus dijaga, jangan bisanya cuma minta pembangunan tapi menjaganya males. Ini juga kalo dikelola dengan baik di Desa bisa dijadikan PAD Desa kok,” kata Firman. (Fahmi)