oleh

Dendi Tinjau Korban Banjir di Padang Cermin

Harianpilar.com, Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meninjau korban bencana banjir di Kecamatan Padang Cermin dan Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai.

“Musibah banjir saat musim penghujan kerap terjadi di daerah tertentu, tapi selalu kita lakukan pembenahan agar banjir tidak terjadi lagi,” ungkapnya, usai meninjau lokasi banjir, di Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Rabu (31/10/2018).

Menurutnya, masyarakat diminta untuk dapat bersinergi dengan Pemkab Pesawaran untuk perbaikan guna mengantisipasi banjir.

“Tentunya kami juga ingin minta masukan dan saran dari masyarakat dalam penanganan banjir ini, makanya saya minta dari Dinas terkait untuk dapat memberikan gambaran teknis penanggulangan banjir pada titik tertentu yang disinyalir sebagai penyebab banjir, tapi saya juga minta saran dan masukan dari masyarakat agar kita dapat bersama-sama dalam menghadapi banjir ini,” katanya.

Salah satu contohnya, kata dia, untuk penanganan banjir di Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai. “Disini adanya bendungan dianggap sebagai penyebab banjir, padahal dengan adanya bendungan itu bisa mengaliri lahan sawah milik masyarakat desa sebelahnya, makanya ini harus kita cari solusi terbaiknya agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan, akibat perbaikan yang kita lakukan,” katanya.

Dendi menerangkan bahwa, pihaknya akan melakukan perbaikan jika ada persetujuan dari seluruh masyarakat.

“Tadi saya minta antara pemerintah desa yang ada disini dan tetangga desa agar bisa untuk saling bersinergi, salah satunya dengan musyawarah mencari jalan terbaiknya, dan kita tidak akan melakukan pembangunan jika tidak ada persetujuan dari masyarakat desa disini dan desa yang terdampak pada perbaikan yang kita lakukan,” terangnya.

Bupati meminta stakeholder terkait untuk bisa memberikan bantuan kepada korban dampak musibah banjir.

“Dari data yang dilaporkan tadi, ada sekitar 14 rumah rusak berat akibat banjir, dan 38 rumah lainnya hanya terendam banjir, serta ada beberapa hewan ternak masyarakat yang hanyut terbawa banjir,” ujar Bupati.

Diberitakan sebelumnya, akibat diguyuran hujan sejak sore hingga tengah malam pada hari Senin (29/10/2018) di sekitaran Kecamatan Padang Cermin terendam banjir.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran Mustari, Selasa (30/10/2018).

“Ya, benar ada musibah banjir di sekitaran Kecamatan Padang Cermin yang diakibatkan oleh guyuran hujan dari sore hingga tengah malam,” ungkapnya.

Menurutnya, sekitar puluhan rumah terendam air akibat peristiwa tersebut. “Air itu mulai naik sekitar tengah malam, ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa dan merendam puluhan rumah, dan untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada,” ujarnya.

Dia mengaku telah menerjunkan tim untuk menangani persoalan banjir tersebut. “Kita sudah kirim tim tanggap bencana dan bantuan logistik berupa pakaian bekas layak pakai, dan sampai saat ini air berangsur-angsur sudah surut,” akunya.

Ditambahkannya, ia pun telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk penanganan pasca bencana.

“Kami juga tadi sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk penanganan pasca bencana, karena penanganan pasca bencana ini juga penting, terutama penyakit yang timbul akibat bencana banjir,” tambahnya.

Disinggung terkait musibah banjir yang sering terjadi pada tempat yang sama, ia menyatakan bahwa pihaknya selalu memberikan saran kepada stakeholder terkait untuk penanganannya.

“Memang untuk daerah yang sering terjadi banjir itu, adalah daerah yang merupakan rawan banjir, dan kami pernah memberikan masukan kepada stakeholder terkait untuk langkah antisipasinya, seperti Kecamatan Padang Cermin ini salah satu langkahnya adalah normalisasi sungai, tapi memang untuk melakukan normalisasi itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” kata dia sebagaiana dilansir Kupastuntas.co.

Oleh sebab itu, ia pun menghimbau kepada masyarakat yang tinggal pada daerah rawan bencana untuk selalu waspada.

“Kami selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, apalagi saat ini kita sudah memasuki musim penghujan, sehingga potensi bencana banjir dan tanah longsor bisa saja terjadi pada daerah yang memang rawan bencana,” tukasnya. (Fahmi/Maryadi)