Harianpilar.com, Lampung Barat – Si jago merah kembali melalap dua rumah milik warga Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Rabu (12/09/2018). Namun hingga kini sumber api yang menghanguskan dua rumah milik warga tersebut belum diketahui.
“Dua rumah milik warga tersebut rata dengan tanah karena api tidak bisa dipadamkan karena hanya menggunakan peralatan seadanya. Bahkan harta benda kedua rumah pun ikut hangus terbakar,” Kata Kepala Pemangku setempat Selamat Sahroni.
Selamat mengatakan, awalnya api membakar rumah milik Jahri, namun api dengan cepat membubung tinggi menghabiskan rumah yang terbuat dari kayu.
Akibatnya warga kesulitan memadamkannya dan api merambat kerumah sampingnya milik Sumarlin.
“Api tidak bisa kami padamkan meskipun sudah berusaha dengan menggunakan peralatan seadanya, api juga merambat ke rumah Sumarlin yang berada disampingnya, kedua rumah tersebut rata dengan tanah dan semua harta bendanya ikut terbakar tidak ada yang bisa diselamatkan,” kata Selamat.
Lanjut Selamat, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dan baru akan dilaporkan kepada pihak kecamatan setelah didata kepastian apa saja yang ikut terbakar.
“Saat kejadian pemilik rumah tidak ada ditempat, karena sudah berada dikebun masing-masing untuk menjalankan aktifitas rutin. Jadi untuk asal api dan apa saja barang yang ikut terbakar belum bisa kami lakukan pendataan,” kata dia.
Sementara itu, Bhabin kamtibmas Pekon Sukamarga Bripka Widodo membenarkan kejadian tersebut, bahkan saat ini selaku keamanan di wilayhnya Widodo masih berada di lokasi.
“Saat ini api sudah padam tetapi semua isi rumah habis, dan pemilik rumah saat ini masih terlihat shok, mudah-mudahan musibah ini bisa sampai disini aja dan bagi masyarakat diminta untuk tetap hati-hati saat meninggalkan rumah sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa di antisipasi,” kata dia.
Sementra Camat Suoh Novi Andri, mengaku tidka berada di tempat karena terpasa pagi-pagi sudah keliwa karena ada keperluan dinas.
“Pagi tadi saya sudah keliwa karna ada acara, tetapi memnag ada laporan warga jika ada musibah kebakaran,” singkat dia.(Doni/Maryadi)









