Harianpilar.com, Bandarlampung – Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan bahwa pemukiman yang dihancurkan oleh gerombolan gajah di Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, merupakan habitat gajah.
“Pemukiman itu habitatnya gajah. Maksudnya itu tanah hutan yang memang disiapkan untuk habitat gajah,” kata Suntana, Rabu (4/07/2018).
Namun masih ada sejumlah warga yang bermukim dan bercocok tanam di wilayah tersebut padahal balai kehutanan setempat sudah memperingatkan warga untuk pergi dari wilayah tersebut. “Sudah beberapa kali mengimbau,” katanya.
Menurut dia, warga enggan pergi karena tidak memiliki tempat tinggal di daerah lain. “Masalahnya masyarakat mau tinggal di mana,” katanya.
Pihaknya pun meminta warga untuk pindah agar tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari.
Kapolda menjelaskan, balai kehutanan setempat sudah memperingatkan warga untuk pergi dari wilayah itu. Tapi, masih ada sejumlah warga yang bermukim dan bercocok tanam di sana. “Sudah beberapa kali diimbau. Nyatanya, warga masih juga bermukim di tanah hutan habitat gajah itu” katanya.
Menurutnya, warga enggan pergi karena tidak memiliki tempat tinggal di daerah lain. Pihaknya pun meminta warga untuk pindah agar tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari.
Posisi kawanan gajah liar yang menyerang manusia masih ada di hutan register blok 6, hutan register 39, tepatnya antara Talang Marno dan Talang Sri Rahayu.
Menurut keterangan salah satu masyarakat, Ujang, petugas gabungan terdiri KPHL, WCS, TNBBS, BKSDA, TNI, Polisi dan perambah masih berjaga-jaga di blok 6 hutan lindung register 39.
Hal itu sebagai antisipasi gajah mencari korban manusia, pasca tewasnya Surip (70) salah satu perambah pada Selasa (3/07/2018) lalu dalam gubuknya.
“Jadi sekarang ini warga dan petugas masih berjaga-jaga, untuk mencegah biar gajah tidak menyerah manusia yang di sini, untuk sementara kondisinya aman,” kata Ujang, Rabu (4/07/2018).
Ia mengaku, tidak bisa memastikan apakah gajah akan menyerang manusia atau tidak, untuk selanjutnya. Pastinya perilaku gajah sampai menewaskan manusia jika sudah terdesak.
“Sekarang ini kondisi gajah sudah stres karena diusir di sana-sini, orang-orang menyelamatkan tanamannya masing-masing makanya sana-sini saling usir. Kalau apakah mau menyerang manusia atau tidak kami tidak tahu, jadi ini hanya bisanya berjaga-jaga,” kata Ujang.
Ia menambahkan upaya pengusiran hanya menggunakan petasan, namun itu juga tidak terlalu berdampak bagi kawanan gajah tersebut. Sebab suara petasan biasa didengar dan dihadapi sejak tahun lalu.
Gajah yang berada di lokasi ini adalah kawanan gajah kelompok Talang Bamban yang sejak pertengahan 2017 lalu sudah keluar dari hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Jumlahnya pun masih tetap 12 ekor, delapan dewasa sisanya anakan, dan sementara seluruhnya betina.
Ujang mengaku memang kawanan gajah tersebut sudah sempat ada di Suoh, Lampung Barat dua pekan lalu. Namun kembali lagi ke Tanggamus dan langsung menuju ke blok 6, hutan lindung register 39.
“Kedatangan gajah yang sekarang tiba-tiba, tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Jadi orang-orang di sini kaget tidak bisa selamatkan diri dulu waktu kemaring datang,” terang Ujang.
Sementara itu menurut Kepala KPHL Kota Agung Utara Zulhaidir mengaku saat ini kawanan gajah terpantau ada di antara blok 6 dan 5. “Sementara ini masih aman terkendali, petugas juga masih berjaga-jaga di lokasi, dan kawanan gajah terpantau bergerak ke blok 5,” ujarnya.
Zulhaidir juga tidak bisa memastikan apakah akan ada serangan susulan dari kawanan gajah atau tidak. “Wah, gak paham itu.Yang pasti sekarang usaha-usaha sudah dilakukan untuk meminimalisir konflik dan menghindari korban lagi dan mari kita semua berdoa agar tidak jatuh korban lagi, “ujar Zulhaidir.
Ia juga menyatakan bahwa peristiwa amukan gajah yang membuat satu orang tewas tersebut sudah dilaporkan kepada pejabat pengambil kebijakan. “Insya Allah segera ada langkah konkret terkait permasalahan yang ada. Nanti jika ada perkembangan lebih lanjut kita berbagi informasi,” kata Zulhaidir.
Sedangkan mengenai langkah konkret yang seperti apa yang diambil, ia belum dapat memastikan. “Nanti dalam waktu dekat akan dirapatkan, semoga ada langkah konkret yang akan dilakukan,” ujarnya. (Siswanto/Maryadi)









