Harianpilar.com, Bandarlampung – PDI Perjuangan (PDIP) merasa prihatin pada penyelenggara Pilkada di Lampung. Pasalnya, diduga sarat permainan praktik politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif.
“Praktik money politic diduga digerakan kekuatan kapital yang muncul dan digerakkan oleh korporasi raksasa di Lampung untuk melakukan kontrol atas tanah dan mengisap kekayaan Lampung,” ujar Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Idham Samawi melalui siaran persnya, Senin (2/07/2018).
Menurut Samawi, proses demokrasi menjadi tidak berdaya menghadapi kekuatan kapital yang diduga digerakkan di Lampung.
“Mahasiswa tidak mau demokrasi dibunuh, suara rakyat dibungkam dan aparat serta Bawaslu membiarkan money politics. Dari PDI Perjuangan sendiri sudah melaporkan pelanggaran di lebih 16 kasus, belum yang lain,” kata Idham.
Sementara, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menginstruksikan kepada seluruh jajaran struktur PDI Perjuangan untuk bersama kekuatan pro-demokrasi anti kekuatan pemodal untuk terus bergerak dan memproses secara hukum pelanggaran yang terjadi.(Ramona/Maryadi)









