oleh

Diprediksi, 2015 Jumlah Pengguna Narkoba 5,1 Jiwa

Harianpilar.com, Bandarlampung – Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung, pada tahun 2014  jumlah penduduk Indonesia yang terlibat peredaran hingga penyelahgunaan narkoba mencapai 4,5 juta orang. Angka ini diprediksi akan bertambah menjadi 5,1 juta orang di tahun 2015.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Kombespol Drs. Zulkifli MH mengatakan, sejak lama telah menjadi hambatan dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda bangsa yang notabennya sebagai generasi muda penerus bangsa. “Bagaimana suatu bangsa mau maju, jika pemudanya sudah tidak ada keinginan untuk maju,” katanya, saat sosialisasi pembentukan Satgas Anti Narkoba, di Harion Hostel Syariah, Rabu (11/2/2015).

Dari hasil survey nasional kerjasama antara Badan Narkotika Nasional dengan Universitas Indonesia tahun 2011, diketahui bahwa angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 2,2% atau sekitar 4,2 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun). Yang  sangat miris sekali, anak usia 10 tahun sudah terjerat obat terlarang, ” Ya, harap saya para orang tua harus ikut serta memberikan pengawasan dan didikan yang baik terhadap anaknya dan diimbanagi dengan pengawasan pemerintah,” jelasnya.

Sebagai langkah awal untuk menekan bertambahnya angka penyalahguna narkoba di tahun 2015 Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung mengajak peran serta masyarakat khususnya di lingkungan pendidikan dengan membentuk Satgas Anti Narkoba.

Berdasarkan data dari BNN, pada tahun 2014 terdapat sekitar 4,5 juta penduduk Indonesia yang terlibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah menjadi 5,1 juta orang pada tahun 2015.

Narkoba salah satu penyebab kematian yang muncul berkisar 40-50 orang per hari. Makin bertambahnya angka penyalahgunaan narkoba tiap tahunnya. “Tahun 2015 BNN mencanangkan menjadi tahun darurat narkoba,” paparnya.

Sedangkan Kepala bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Lampung, Abadi mengatakan,  kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat, khusunya anak-anak yang masih labil dan mudah terpengaruh oleh bujukan-bujukan. “Orang tua harus lebih waspada dalam menjaga anaknya terhadap berbahahanya narkoba,” tegasnya.

BNN akan lebih serius dalam mendeklarasikan gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahgunaan Narkoba. “Target tahun ini terbilang besar, karena tahun lalu target rehabilitasi penyalahgunaan narkoba hanya 2.000 orang per tahun, target awal ini diharapkan meningkat setiap tahun, dalam menghadapi situasi darurat tersebut, Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung mengajak peran serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan tindakan pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba, sehingga angka pertambahan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan,” ujarnya. (Fitri/JJ)