oleh

Bongkar ‘Borok’ Dinass Pendidikan Tanggamus

Harianpilar.com, Tanggamus – Sejumlah proyek milik Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus tahun 2014 diduga kuat sarat penyimpangan. ‘Borok’ Disdik Tanggamus ini terlihat dari kondisi proyek-proyek pengadaan meubelair dan gedung itu yang meragukan secara kualitas.

Beberapa proyek yang ditangrai bermasalah itu adalah Pembangunan Gedung Aula Dinas Pendidikan senilai Rp1,4 Miliar, Pengadaan Meubelair Ruang Kelas SMPN 1 Kotaagung Kecamatan Kotaagung tiga lokal senilai Rp72 juta, Pengadaan Meubelair Ruang Kelas SDN 4 Kuripan (3 lokal) dan SDN 1 Kedamaian (2 lokal) Kecamatan Kotaagung senilai Rp120 juta, dan Pengadaan Meubelair Gedung Aula Dinas Pendidikan Senilai Rp100 juta.

Proyek-proyek ini diduga kuat sarat masalah, bahkan secara kualitas sangat meragukan. Seperti proyek pembangunan Gedung Aula Disdik Tanggamus. Proyek yang menelan anggaran hingga Rp1,4 miliar ini kondisinya kini mulai mengalami retak-retak di beberapa bagian dinding. Padahal, proyek ini baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan. Kondisi itu mengindikasikan jika pengerjaan proyek itu sarat penyimpangan, terutama dalam penggunaan material diduga tidak sesuai spesifikasi.

IMG00628-20150205-1252IMG00640-20150205-1553IMG00621-20150205-1149

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi pada proyek pengadaan meubelair. Proyek-proyek pengadaan meubelair ini diduga kuat di mark-up dan menggunakan kayu racukan. Seperti terlihat pada proyek Pengadaan Meubelair Ruang Kelas SDN 4 Kuripan (3 lokal) dan SDN 1 Kedamaian (2 lokal) Kecamatan Kotaagung senilai Rp120 juta.

Kondisi meubelir di dua sekolah itu sangat mengcewakan. Meski anggaran yang dihabiskan mencapai Rp120 juta, tapi kondisi meubelair mulai ada rusak dan kondisi meubelairnya jauh dari kesan baru, padahal baru berumur beberapa bulan. Hal itu mengindikasikan jika kayu yang digunakan merupakan kayu racukan berkualitas rendah. Kuat dugaan telah terjadi mark-up dalam pengadaan meubelair itu.

Hal serupa juga terjadi pada Pengadaan Meubelair Ruang Kelas SMPN 1 Kotaagung Kecamatan Kotaagung tiga lokal senilai Rp72 juta. Kondisi meubelair di sekolah ini juga tak jauh berbeda, diduga kuat menggunakan kayu racukan berkualitas rendah.

Kepala SDN 1 Kedamaian, Syahril, mengatakan, kayu yang digunakan untuk meubelair itu memang kayu racukan. Bahkan, lanjutnya, meski proyek ini tahun anggaran 2014 namun tanda terima meubelair itu dari kontarktor belum ada dipihaknya. “Kami belum pegang tanda terimanya sampai sekarang. Kalau kayunya mungkin jenis kayuk racuk,” cetusnya.

Hal serupa disampaikan salah satu guru SMPN 1 Kotaagung yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, kualitas meubelair di sekolahnya itu memang meragukan karena kayu yang digunakan racukan.”Ini jelas kayu racuk, entah akan bertahan berapa lama ini,” cetusnya sambil mewanti-wanti namanya tidak ditulis.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus, Drs.Anas Ansyori, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (Imron)