oleh

Aktivasi KTP-el Terkendala Sinyal

Bandarlampung.com, Tanggamus – ‪Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus menargetkan alat aktivasi KTP elektronik (KTP-el) di tiap kecamatan bisa berfungsi seluruhnya untuk tahun ini. Untuk memastikan hal itu, Disdukcapil akan segera mengecek alat aktifasi di tiap kecamatan.

“Sebenarnya kalau alatnya saja bisa berfungsi, tapi kendalanya sinyal dan listrik. Percuma juga kalau alat berfungsi tapi sinyalnya tidak ada. Jadi pekan depan kami akan cek lagi seluruh kecamatan,” katanya Kadiscukcapil Irsan Rianto, belum lama ini.

Dikatakan Irsan, dalam rangka pengecekan alat aktifasi, pihaknya sudah melayangkan surat laporan ke PT Indosat. Lantas dari pantauan PT Indosat sinyal dalam keadaan bagus, tapi nyatanya di lapangan sinyalnya tidak maksimal, itu yang jadi masalah. Jika sinyal dalam kondisi bagus, pengiriman data dan lainnya bisa berlangsung beberapa menit. Namun jika sinyal mengalami gangguan bisa sampai satu pekan.

Selain kendala itu, ada juga persoalan listrik karena untuk di Kecamatan Kelumbayan Pusat dan Kelumbayan Barat, hingga kini belum teraliri listrik. Kemudian di kecamatan lainnya sering mengalami penurunan tegangan, ini juga diketahui menyulitkan karena semua perangkat KTP-el.

Dalam hal ini pun, fungsi alat aktifasi adalah untuk meregistrasi kartu KTP-el sebagai tanda jika kartu itu sudah dipegang pemiliknya dan bisa digunakan. Maka untuk melakukan aktifasi diperlukan lagi sidik jari pemilik. Sidik jari dilakukan di alat aktifasi tersebut.

Maka mekanismenya, saat kartu KTP-el selesai dicetak di disdukcapil lalu dikirimkan ke kecamatan-kecamatan. Setelahnya warga bisa mengambil tanpa perwakilan supaya aktifasi bisa langsung dilakukan.

Apabila tidak melakukan aktifasi, dalam artian KTP-el langsung digunakan maka data dalam KTP-el tidak terbuka. Ini akan bermasalah saat kartu digunakan untuk kegiatan yang memerlukan kelengkapan data KTP, seperti di bank. Di bank sudah ada alat pembaca KTP, namun jika KTP tidak teraktifasi,maka alat pembaca tersebut menyatakan data KTP kosong. Dampaknya kartu identitas itu akan ditolak oleh pihak bank.

Irsan juga menjelaskan, bila saat ini KTP-el sudah tercetak 475 kartu dari rencana cetak 600 kartu, serta tanggungan cetak sebanyak 69 ribu kartu. Untuk pencetakan massal sendiri sayangnya belum bisa dilakukan saat ini.Sebab stok blanko hanya ada dua ribu, itu diperioritaskan untuk keadaan penting. “Stok blanko harus dari pusat dan anggaran APBN belum cair, kemungkinan pada April nanti baru kami bisa cetak massal sebab stok blankonya sudah ada,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat jika sudah pernah melakukan perekaman di kabupaten/kota lain namun belum tercetak agar jangan lagi melakukan perekaman  di Tanggamus. Sebab menurutnya,data perekaman tersebut sudah masuk ke pusat, sehingga meski perekaman lagi di tempat lain, data dinyatakan tidak valid,lantaran data KTP-el hanya data tunggal. (Imron/JJ).