Harianpilar.com, Tanggamus – Dianggap lamban menangani pasien Latifah (25) warga Pekon Waynipah, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus yang meninggal dunia setelah terserang diare, puluhan keluarga korban mendatangi mendatangi Puskesmas setempat untuk meminta pertanggungjawaban. Beruntung, seluruh petugas Puskesmas berhasil dievakuasi, dan massa yang terlanjur emosi berhasil diredam.
“Ya, korban ini (Latifah), pada hari Selasa (20/1/15) pagi mengalami sakit perut, lalu sekitar pukul 11:00 Wib, suami korban mendatangi Puskesmas yang letaknya tak seberapa jauh dari rumah korban, lalu menceritakan keluhan yang tengah dialami Latifah dan meminta petugas medis untuk datang ke rumah korban,” kata Kepala Pekon Waynipa Muhdin, saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (21/1/15).
Dikatakannya, puluhan keluarga korban yang marah kemudian mendatangi Puskesmas tersebut lantaran merasa pihak Puskesmas Way Nipah dinilai lamban dalam menangani korban, terlebih setelah ditangani bukannya membaik korban malah meninggal dunia.
Terpisah, saat dikonfirmasi di ruangannya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tanggamus, Sukisno menuturkan, jika meninggalnya Latifah bukan karena kesalahan penanganan medis (malapraktek) oleh petugas Puskesmas Way Nipah, dan penanganan yang dilakukan bawahannya sudah sesuai aturan dan prosedur yang ada.
“Dan Rabu kemarin (21/1/15) sore, KUPT dan seluruh pegawai Puskesmas Way Nipah, sudah melaporkan kronologis kejadian tersebut, jadi benar pada Selasa (20/1/15) sekira pukul 11:00 WIB, suami korban datang ke Puskesmas, menceritakan keluhan istrinya yang mengalami sakit perut, usai makan gorengan dengan cabai rawit, dan meminta petugas untuk datang kerumahnya, tapi karena saat itu masih jam kerja, petugas kami meminta pasien untuk dibawa saja ke puskesmas, namun hingga jam kerja berakhir pasien tidak juga dibawa ke Puskesmas,” kata Sukisno. (Imron/JJ).









