Harianpilar.com, Tanggamus – Perbaikan jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung ruas Pekon Ngarip menuju Pekon Penantian Kecamatan Ulu Belu oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanggamus selesai.
Perbaikan ini sesuai target yakni akhir April yang sebelumnya sejak Januari lalu sudah mulai dikerjakan. Pekerjaan ini merupakan hibah sebab ruas jalan tersebut wewenang Dinas Bina Marga Lampung.
“Namun karena untuk kepentingan masyarakat Tanggamus dan selama ini juga minim perbaikan dari pihak provinsi akhirnya pihak kabupaten turut memperbaiki juga. Perbaikannya sudah selesai kalau masih ada sisa sedikit beberapa hari juga beres, dan akhir bulan ini pasti selesai,” ujar Suyat, warga Pekon Ngarip, Jumat (14/4/2017).
Perbaikan tersebut terbagi dua titik dan jarak antar kedua titik sekitar 300 meter. Titik selesai pertama di daerah Pondok Sarah. Pekerjaan di sini selesai awal bulan ini yang panjangnya sekitar 150 meter. Pekerjaan yang sekarang masih diselesaikan di lokasi sebelumnya yang panjang ruas sekitar 170 meter.
Dinas PUPR Tanggamus mengaku perbaikan sekitar 300 meter namun tidak menjelaskan jika itu dipecah dua titik. Pemecahan dua titik karena perhitungannya dipilih titik yang benar-benar mengalami kerusakan terparah. Dan memang keduanya dulu termasuk titik terparah karena kondisi jalan miring berupa tanjakan dan turunan serta berliku,” ungkap Suyut pula.
Selanjutnya Suyut menerangkan bahwa hal itu membuat batuan jalan lepas lama-kelamaan jalan pun menjadi berlumpur. Maka perbaikan ini mengatasi kerusakan tersebut. Kategori perbaikan sendiri berupa rigit beton, sebab jika jalan hanya aspal biasa akan mudah rusak lagi. Mudahnya kerusakan di sini karena kondisi tanahnya tidak keras. Sedangkan lokasi ini masuk daerah berintensitas hujan tinggi. Maka saat tidak ada perbaikan pengguna jalan jadi belumpur bahkan sudah seperti bubur.
“Dengan perbaikan sekarang sudah lumayan tidak parah sekali, motor-motor juga enak lewat dan mob tidak sampai menginap karena masuk lumpur. Terus kalau bisa perbaikan diteruskan lagi sepanjang jalan sebab perbaikan sekarang cuma di lokasi-lokasi yang parah. Terus juga perbaikan ini cuma di Ngarip saja, belum sampai ke Penantian yang sama-sama rusak parah,” terang Suyat.
Ia mengaku semestinya jalan tersebut sudah hotmiks sebab sudah tiga kali perbaikan lapen. Hingga akhirnya terlantar tanpa perbaikan sama sekali sejak 2011. Untuk itu masyarakat berharap perbaikan dilakukan juga dalam tahun ini dan itu untuk sepanjang jalan. Ruas jalan ini sekitar 15 km yang sebagai penghubung sembilan pekon yakni Pekon Ngarip, Penantian, Tanjung Baru, Gunung Sari, Sinar Banten, Rejosari, Ulu Semong, Sinar Galih, dan Petai Kayu. Dan kondisi terparah dari ruas Pekon Ngarip, Penantian, dan Tanjung Baru yang panjangnya sekitar tujuh kilometer. Sedangkan Gunung Sari, Sinar Banten, Rejosari, Ulu Semong, Sinar Galih, dan Petai Kayu kondisinya perlu perbaikan juga sebab sekarang sudah jadi onderlagh dari lapen.
Untuk ruas Pekon Ngarip sendiri dengan selesainya dua lokasi perbaikan dari PUPR Tanggamus maka ada enam titik yang rigit beton. Sebelumnya Dinas Bina Marga Lampung telah melaksanakan perbaikan bervariatif yakni panjang 170 meter, lalu 130 meter, kemudian 300 meter dan 600 meter. Perbaikan tidak saja pada badan jalan namun bahu jalan yang disemen serta pembuatan parit di kedua sisi jalan.
“Tujuannya supaya air hujan tidak menggenangi jalan yang akhirnya membuat kerusakan nantinya. Perbaikan serupa juga dilakukan oleh pihak kabupaten karena atas arahan dari pihak provinsi,” pungkasnya. (Agus/Imron)









