Harianpilar.com, Lampung Barat – Tak terasa sudah hampir 10 tahun Kabupaten Lampung Barat di pimpin oleh Bupati yang berasal dari kalangan petani yakni Drs. H. Mukhlis Basri, MM. Dalam 10 tahun ini Lampung Barat mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang. Surat Kabar Harian Pilar berupaya mengupas satu persatu proses pembangunan Lampung Barat di bawah kepemimpinan Mukhlis Basri.
Selama hampir 10 tahun ini Kabupaten Lampung Barat banyak mengalami kemajuan di berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi hingga pembangunan sumberdaya manusia. Salah satu yang cukup fenomenal adalah program wajib belajar (WAJAR) 12 tahun yang dicanangkan Mukhlis Basri di awal kepemimpinannya sebagai Bupati Lampung Barat periode pertama yang kemudian dijadikan rujukan oleh pemerintah pusat dalam memajukan pendidikan daerah. Program itu kini sukses menurunkan angkas putus sekolah secara signifikan.
Mukhlis Basri yang merupakan kader tulen PDI Perjuangan merupakan sosok politisi yang diterima hampir semua kalangan.Sehingga tak heran selama kepemimpinannya terjadil harmonisasi di seluruh lini, baik di internal birokrasi, politik, hukum, dan masyarakat.
Kelebihan itulah yang mendorong Kabupaten Lampung Barat dalam waktu kurang dari 10 tahun mengalami kemajuan yang cukup pesat. Kabupaten Lampung Barat kini menjelma menjadi Kabupaten yang sangat signifikan kemajuan pembangunannya.
Di mata masyarakat, Mukhlis, di kenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan rakyat. Kebiasaanya yang kerap turun dan berdialog dengan warga, menjadikan Mukhlis sebagai sosok yang mampu mengayomi semua kalangan. Begitu juga di kalangan birokrasi, ketika akan menggulirkan program, Mukhlis selalu meminta saran dan pertimbangan dari staff dan jajarannya, serta memberdayakan seluruh potensi yang ada.
Sementara di kalangan politik, mantan Ketua DPC PDI perjuangan itu mampu memaksimalkan perannya dalam mengakomodir semua kepentingan, terbukti selama kepemimpinnya terjalin harmonisasi antara eksekutif dan legislatif
Lampung Barat dari awal kepemimpinannya.
Setelah dilantik menjadi Bupati Lampung Barat periode pertama pada 10 Desember 2007, Mukhlis Basri langsung tancap gas memacu pembangunan di berbagai sektor. Diawal kepemimpinnya angka kemiskinan Lampung Barat berada pada angka 27 persen, dan kini tinggal 13 persen sekaligus menempatkan Lampung Barat sebagai kabupaten terkaya nomor 6 di Provinsi Lampung.
Jika mengacu pada data BPS 2014, dari kriteria perekonomian masyarakat, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Barat berada pada angka 5,57 atau urutan ke-9 dari 15 kab/kota se-provinsi Lampung (diatas 6 Kabupaten yang tidak dikategorikan tertinggal). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Barat pada angka 63,54 atau urutan ke-10 dari 15 Kabupaten/kota.
Pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Lampung Barat dengan persentase 78.38 persen merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se Provinsi Lampung. Sedangkan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan persentase 2.52 persen merupakan yang terkecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se Provinsi Lampung.
Lampung Barat pada 2015 dari total 136 desa, terdapat 38 desa yang masuk kategori tertinggal. Jumlah ini berkurang 43 desa dibandingkan 2013 sebanyak 81 desa tertinggal.
Kegigihan Mukhlis Basri dalam mendorong pembangunan di Lampung Barat taklepas dari latar belakangnya sebagai anak seorang petani, Mukhlis Basri paham betul bagaimana kerasnya kehidupan masyarakat. Hal itulah yang mendorongnya untuk mensejahterakan masyarakat Lampung Barat.“Saya Bupati yang berasal dari partai Marhaen. Saya lahir dari keluarga petani yang tidak mampu. Sehingga saya merasakan betul betapa sulitnya untuk memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Mukhlis pada suatu kesempatan.
Karena itu juga ketika terpilih pertama kali menjadi Bupati Lambar, Mukhlis langsung menggulirkan program-program yang benar-benar menyentuh kepetingan masyarakat banyak seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
“Setelah saya resmi dilantik menjadi Bupati, saya langsung mengumpulkan semua kepala SKPD untuk berdiskusi dan meminta data. Hal ini saya lakukan untuk menginventarisir permasalahan-permasalahan pembangunan di Lampung Barat,” ujarnya.
Saat itu, lanjutnya, diketahui peserta didik yang dapat melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP hanya sekitar 60 persen, berarti ada 40 persen pesrta didik di Lampung Barat yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke SMP. Kemudian yang lulus dari tingkat SMP ke SMU/SMK itu hanya 57 persen, sisanya tidak dapat melanjutkan sekolah. Yang membuat Mukhlis menjadi semakin miris, para peserta didik yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya justru beralih menjadi buruh di kebun, pembantu rumah tangga dan kuli kasar.
Berangkat dari hal itu, pada awal dia menjabat sebagai Bupati Lampung Barat-tahun 2008- Mukhlis langsung membuat pogram Wajib Belajar 12 tahun yang disesuaikan dengan kekuatan APBD Lampung Barat. Dan program ini rupanya dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya peserta didik, di sektor pendidikan. Sehingga tidak heran, jika saat itu Kabupaten Lampung Barat dijadikan salah satu daerah percontohan bagi pemerintah pusat untuk pemerintahan daerah lainnya dalam memajukan sektor pendidikan. (Tim/Juanda)









