Bandarlampung (Harian Pilar) – Guna mendorong materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Sejarah, Museum Bandarlampung diharapkan bisa menjadi laboratorium sekolah. Untuk itu, ke depan UPTD Museum akan menggelar sejumlah kegaiatan yang bisa mendorong fungsi edukasi seperti menggelar pameran mini barang koleksi museum.
“Mulai 2015 sasarannya adalah sekolah di beberapa kabupaten dengan cara mengadakan bimbingan edukatif cultural, karya tulis pameran kontemporer, penyampaian informasi dan publikasi melalui panduan dan brosur. Tiap sekolah kami datangi dan kami adakan pameran public seperti pameran mini serta mengajak mereka datang ke museum untuk dapat informasi lebih banyak,” ungkap Kasi Pelayanan Muesum Bandarlampung Budi Suprianto, saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (23/12/2014).
Dijelaskannya, sebagai salah satu fungsi edukasi pihaknya akan menyampaikan informasi dengan mendatangi tokoh adat dan schering mengulas sejarah peradaban Lampung, kemudian meneliti barang koleksi dari masyarakat, selanjutnya menjelaskan hasil dari penelitian untuk diketahui oleh masyarakat sesuai tanggung jawab museum sebagai salah satu fungsi educator dan pelestarian koleksi dan lingkunganya.
“2014 ini kunjungan masyarakat meningkat signifikan dengan ditambahnya sarana kafe peristirahatan pengunjung souvenir serta informasi internet dan wifi sebagai terobosan,” paparnya.
Terkait program tahun 2015 mendatang, pihaknya akan mengajak masyarakat untuk datang ke musium khususnya pada bidang pendidikan agar data yang ada dimanfaatkan oleh sekolah sebagai laboratorium IPS.
“ Diharapkan apa yang kita punya bisa bermanfaat buat masyarakat, pelajar agar gurunya Lebih jelas menceritakan sejarah alam dan budaya Lampung dari zaman prasejarah dan kolonial sampai ke zaman Raden Intan. Manfaat lain bagi mahasiswa yakni, untuk menyelesaikan skripsi tentang sejarah Lampung nantinya data dan penelitian dapat kami bantu asal ada surat dari kampus terkait,” tandasnya. (Putra/JJ)









