oleh

Banyak Oknum Wartawan Peras Kepsek, Edwar Gerah

Harianpilar.com, Waykanan – Akhir-akhir ini banyak Kepala Sekolah (Kepsek) dan kepala kampung (Kakam) resah karena rutin didatangi oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sering memeras para kepsek dan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan.

Wakil Bupati Way Kanan DR. Edwar Anthony mengatakan kebanyakan kepsek yang bertugas di pedesaan sudah lama resah, takut dan khawatir sepanjang hari, akibat terlalu seringnya mereka didatangi oknum wartawan dan LSM yang selalu minta uang dengan cara memaksa. Kebanyakan mereka berasal dari Bandarlampung. “Mereka akhirnya menghindar, namun didatangi di rumah,” kata Edwar, Rabu (3/8/2016).

Sesuai dengan visi dan misi Bupati Waykanan, maju dan berdaya sahing. Pemerintah Daerah dituntut melakukan perubahan,tak terkecuali khususnya di dunia pendidikan yang sangat membutuhkan perhatian semua pihak, sehingga mutu pendidikan kedepan dapat berkualitas dan akan bermuara pada tujuan bersama melahirkan SDM yang handal.

Untuk itu, guna menyikapi permasalah tersebut,  Edwar Anthony mengajak pengurus PWI Waykanan berembuk untuk mengambil langkah- langkah mengatasi oknum wartawan abal-abal tersebut.

Edwar Anthony menjelaskan, keperihatian atas keluhan Kepsek dan Kakam yang sering kali didatangi wartawan dari luar daerah yang melakukan tugas jurnalisnya terkesan mencari-cari kesalahan dan berujung dengan pemerasan, sehingga membuat ketidak nyamanan mereka untuk melaksanakan tugasnnya.

“Saya menerima banyak laporkan atas ulah para oknum wartawan yang terkesan mencari-cari kesalahan dan melakukan pemerasan. Belum lama ini saya ditelepon salah satu kasek, oknum wartawan tersebut minta uang sebanyak Rp500 juta, apa ngak gila!, unjung- ujungnya minta Rp2.500 ribu,” cetusnya.

Ketua PWI Waykanan Hamzah mengatakan, pada dasarnya PWI Waykanan tahun sebelumnya sudah melakukan sosialisasi jurnalistik terhadap para kepsek di masing- masing kecamatan, bahkan juga PWI sudah menyampaikan nama – nama wartawan yang tergabung dalam wadah PWI.

“Kami rasa khusus untuk PWI, para kepala sekolah sudah mengantongi nama-nama wartawan yang tergabung di PWI. Kalau harus kami sebarkan lagi kami siap,” jelasnya.

Hamsah menjelaskan, ditubuh PWI cukup jelas yang dikatakan wartawan seutuhnya adalah wartawan yang sudah menyandang sertifikat kopetensi dan untuk Kabupaten Waykanan  ada15 orang, yang lainya belum mengukuti uji kopetensi . Pada dasarnya PWI sependapat oknum wartawan tersebut harus ditindak tegas, selain menganggu kenyamanan dalam bertugas juga mencoreng nama baik wartawan lainnya yang selama ini bersama membangun Bumi Ramik Ragom.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh kepsek, untuk tidak elergi kalau didatangi wartawan apa lagi harus yumput.  Saran saya dihadapi saja, kemudian ditanya dari mana dan maksud tujuanya apa. Kalau caranya sudah mencurigakan kita harus segera mengambil  langkah- langkah untuk melapor ke kadis atau lainya untuk dimintak pendapat,” tambahnya. (Ansori/Mar)