Harianpilar,com. Way Kanan – Keluhan terkait infrastruktur jalan yang rusak parah kembali menggema di Kabupaten Way Kanan.
Kali ini, gelombang protes datang dari warga di Wilayah Jalan Banjar Negara/Simpang Neki via Banjarbaru – Bandar Mulya – Simpang Asam.
Warga merasa kecewa atas lambannya respons pemerintah daerah setempat dalam menangani kerusakan jalan yang kian memprihatinkan.
Salah seorang warga setempat, Saparudin, mengungkapkan kekecewaannya lantaran kondisi ini telah berlangsung melintasi beberapa periode kepemimpinan.
Ia menegaskan bahwa meskipun sudah terjadi dua kali pergantian Bupati Way Kanan, ruas jalan di kampung mereka yang masuk kategori rusak parah tersebut tidak kunjung diperbaiki.
Saparudin berharap agar Bupati Way Kanan tidak hanya menerima laporan di balik meja, melainkan bersedia turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang setiap hari bertaruh nyawa dan kendaraan di jalan yang hancur.
Sentimen serupa juga muncul dari warga di Kecamatan Blambangan Umpu. Sebagai wilayah yang berada di seputaran ibu kota kabupaten, warga mempertanyakan kinerja dan kepedulian Bupati Way Kanan terhadap wajah ibu kota sendiri.
Mereka menilai pemerintah daerah terkesan tidak peduli, mengingat akses di pusat pemerintahan yang seharusnya menjadi cerminan kemajuan daerah justru tidak terurus dengan baik.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah kabupaten untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan.
Warga menegaskan bahwa perbaikan jalan bukan sekadar tuntutan fasilitas, melainkan kebutuhan mendesak demi kelancaran arus transportasi dan peningkatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Way Kanan.(*)









Komentar