Harianpilar.com, Lampung Selatan – Pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menjadi barometer bagi daerah lain di Indonesia. Menurut PPK Pembebesan Lahan JTTS Syahrial Reza Pahlevi, pada rapat dan ekspose tim I pembangunan jalan tol Bakauheni – Natar di Aula Krakatau Perkantoran Pemkab setempat, Senin (02/5/2016).
“Pembebasan lahan di Sumatera khususnya di Lamsel, menjadi barometer pembangunan di derah lainnya. Karena, dalam waktu 8 bulan, sudah membebaskan lahan sepanjang 40 Km dari total 140,7 Km JTTS,” katanya.
Syahrial menambahkan, hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “Ini mendapat apresiasi Presiden RI Pak Jokowi,” tambah dia.
Sementara itu menurut Ketua Pengadaan Tanah Provinsi Lampung yakni Kepala Kakanwil BPN Lampung Iing Sarkim, dalam progres pembebasan lahan di Lampung, khususnya di Lamsel paling kondusif. “Mulai dari, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, penyerahaan lahan tanah,” kata dia.
Selain itu, ia mengatakan, dalam pembebasan lahan tol khususnya di Lamsel, dalam artian tidak adanya kendala. Namun, ujar Iing, permasalahan dalam pembebasan bisa diatasi dengan cepat.
“Bukan tidak ada kendala dalam pembebesan Lahan tol di Lamsel. Memang, banyak gugatan dari pihak-pihak pemilik tanah dalam nilai ganti rugi. Tetapi itu, terjadi di daerah Lampung Tengah. Meski demikian, kita tetap mengedepankan rasa kondusifitas,” lanjutnya.
Sementara itu menurut Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan mengatakan, koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah harus dikedepankan. Karena hal itu dapat menyingkronisasikan program.
“Saya contohkan, kurangnya koordinasi seperti pembangunan pasar di Bakauheni, warga tidak butuh bangunan itu, warga butuhnya pembangunan pemecah ombak,” kata Zainudin.
“Kemudian, penentuan pintu exit harus dilihat dari potensi wilayah dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya sebutkan, pintu exit di Desa Hatta itukan berdekatan dengan bakauheni, sedangkan usulan kita pintu exit dipindahkan di Gayam, belum dipenuhi. Didaerah itu (penengahan, red) Pemkab Lamsel dan Pemprov, sepakat, akan dijadikan kawasan industri,” pungkasnya. (Saiful/Mar)









