oleh

Dodol Pepaya ala Mahasiswa Darmajaya

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kreatifitas mahasiswa Program Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM) Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya dalam mengembangkan potensi desa, salah satunya ditunjukkan melalui ide usaha dodol pepaya di Desa Tegal Binangun, Sumberejo, Tanggamus, Lampung.

Usaha tersebut digagas oleh Rahman Andreansyah bersama rekannya Ade Marisanda, Nahrowi Nur Wahid, Asri Vindari, dan Puji Lestari. Kelima mahasiswa semester VIII jurusan Manajemen di IBI Darmajaya ini menjalankan PKPM pada 9 Februari – 4 Maret lalu.

Buah pepaya yang kaya akan manfaat bagi kesehatan itu berhasil mereka kreasikan menjadi dodol yang legit, bercita rasa yang lezat, manis, dan bertekstur kenyal. Dodol pepaya Tegal Binangun juga dikemas dengan rapi dilengkapi label yang didesain menarik. Produk inovasi mahasiswa PKPM ini juga rencananya akan ditampilkan di stan Desa Tegal Binangun pada Pameran HUT Kabupaten Tanggamus, 25 Maret mendatang.

Rahman mengatakan, di Desa Tegal Binangun, banyak masyarakat yang menjadi petani pepaya. Buah pepaya yang mengkal hingga matang biasanya dijual langsung dalam keadaan segar. Namun untuk buah papaya yang sudah terlalu matang dijual dengan harga yang lebih rendah bahkan terbuang. Karena itu, ia berinisiatif mengolah buah pepaya yang sudah matang untuk diolah menjadi dodol.

“Selain buah pepaya, bahan pendukung pembuatan dodol seperti kelapa, gula merah, dan tepung ketan juga banyak ketersediaannya di Desa Tegal Binangun. Kami berharap produk ini bisa menjadi mata pencarian baru bagi masyarakat, dan sebagai produk olahan yang dapat menaikkan nilai jual pepaya,” ujarnya, Senin (14/3/2016).

Sementara itu, Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) IBI Darmajaya, M. Ariza Eka Yusendra, SP., MM mengapresiasi kreatifitas mahasiswa PKPM IBI Darmajaya.

“Pengalaman 1 bulan menjalani PKPM menjadi bekal bagi mahasiswa IBI Darmajaya dalam berinteraksi dengan masyarakat. Selain memperluas wawasan, mengedukasi, mereka juga bisa berupaya untuk lebih mengembangkan potensi diri, lingkungan, dan membangun desa ke arah yang lebih baik,” harapnya. (Rls/JJ)