Harianpilar.com, Lampung Utara – Terkait meningkatnya harga komoditas bahan pokok di pasaran saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) melalui Asisten II H.Fahrizal Ismail beserta tim dari Dinas Pertanian, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan(Koperindag), Ketahanan Pangan dan Bidang Ekonomi meninjau pasar.
Fahrizal mengatakan, tujuan diadakannya peninjauan pasar ini untuk menindaklanjuti tingginya harga beberapa komuditas seperti cabai dan bawang yang menjadi keluhan pembeli.
“Kita sengaja turun bersama tim melihat dan mengecek harga komoditas seperti cabai dan bawang. Memang ia mengalami kenaikan namun tidak cukup besar,” ujar Fahrizal saat melakukan peninjauan di Pasar Sentral Kotabumi, Selasa (5/1/2016).
Fahrizal menyatakan, terjadinya kenaikan harga tersebut disebabkan minimnya pasokan barang dari luar akibat kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2015 lalu. Sementara untuk beras dan telur tidak mengalami kenaikan tinggi ataupun kelangkaan pasokan barang.
Peninjauan pasar ini juga berdasarkan intruksi Bupati Lampura H.Agung Ilmu Mangkunegara yang menginginkan rakyatnya sejahterah.
“Kalau pasokan lainnya kita dapat informasi sudah mulai melakukan pengiriman dari daerah lainnya. Namun, karena arus perjalanan sedang macet makanya agak tersendat,” kata dia.
Jika memang diperlukan lanjut Fahrizal, dan mengalami kelangkaan beras. Pemkab dan Badan Urusan Logistik(Bulog) akan mengadakan operasi pasar dengan Bulog.
Namun saat ini karena Lampura memiliki cadangan beras sebanyak 20 ton, beras tersebut akan distribusikan di tujuh Kecamatan yang didalamnya ada tujuh desa rawan pangan. Beras tersebut akan dibagikan secara gratis kepada 1932 Kepala Keluarga(KK).
“Satu KK akan mendapat sebanyak 10 Kilogram(kg) beras secara gratis. Ini program pak Bupati untuk membantu masyarakatnya. Dalam minggu-minggu ini akan kita jalankan program itu,” tandasnya. (Iswant/Yoan/JJ)









