oleh

Kisah Ibu Zuraida. Terbaring Sakit Tak Surutkan Niat Berbagi Makanan Gratis untuk Pengemudi Ojol

Harianpilar.com, Bandarlampung-  ​Keterbatasan fisik tak sedikit pun menghalangi niat seseorang untuk terus berbuat kebaikan. Hal itulah yang ditunjukkan oleh Ibu Zuraida (61), pemilik usaha Catering Dimas, yang tetap konsisten membagikan makanan gratis melalui program “Jumat Berkah” meskipun kondisi kesehatannya sedang terbaring sakit.

​Setiap hari Jumat, rumah kediamannya di Bandar Lampung menjadi pusat aksi sosial yang menghangatkan hati. Sebanyak 250 porsi makanan siap saji disajikan secara gratis dan tertata rapi bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pekerja lapangan seperti pengemudi ojek online (ojol) hingga pemulung.

Menu yang disajikan pun beragam dan berganti setiap pekan agar para penerima tidak merasa bosan, mulai dari sayur asam, ayam goreng, tahu, ikan asin, hingga es dan sambal.

​Ibu Zuraida mengungkapkan bahwa dorongan utama dari aksi sosial ini adalah rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT serta bentuk kepedulian terhadap warga sekitar yang sedang berjuang mencari nafkah di jalanan.

​”Sekadar ingin berbagilah, biar masyarakat sekitar sini yang merasa membutuhkan bisa kita bantu untuk mencicipi, berbagi rezeki dari Allah,” ujar Ibu Zuraida saat ditemui di kediamannya.

​Ia mengaku tersentuh melihat perjuangan warga kurang mampu dan para pekerja jalanan yang sering kali kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan harian.

​”Saya lihat ada masyarakat yang mau makan saja rasanya agak sulit. Banyak yang lewat seperti pemulung, pendorong gerobak, atau tukang ojek. Mungkin dengan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ungkapnya.

​Di balik aksi dermawannya tersebut, Ibu Zuraida sendiri kini harus berjuang melawan keterbatasan fisik. Beliau sudah terbaring di tempat tidur dan belum bisa berjalan selama tiga tahun terakhir akibat cedera usai terpeleset yang berlanjut pada tindakan operasi.

Namun, kondisi itu tak memadamkan semangatnya untuk mengelola aksi berbagi bersama keluarganya.

​Aksi sosial semacam ini sebenarnya bukan hal baru bagi Ibu Zuraida. Sebelumnya, beliau dikenal aktif mengalirkan bantuan kemantuan saat terjadi bencana alam, seperti menyalurkan hingga 1.000 porsi makanan setiap hari bagi korban bencana tsunami di Kalianda beberapa tahun silam. Setelah sempat terhenti saat pandemi COVID-19, program berbagi makanan gratis ini kembali digulirkan secara rutin dalam satu bulan terakhir.

​Kehadiran santapan gratis dari Ibu Zuraida ini menjadi angin segar yang disambut haru oleh para pengemudi ojol. Di tengah kondisi operasional jalanan yang kian menantang, piring-piring makanan hangat tersebut terbukti ampuh menekan pengeluaran harian mereka.

​Salah seorang pengemudi ojol mengekspresikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian sang dermawan.

​”Ucapan terima kasih… Sangat meringankan. Rasanya lumayan, sangat membantu,” ujar pengemudi tersebut seraya memegang piring makanannya.

​Senada dengan rekannya, pengemudi ojol lainnya turut mengapresiasi kelancaran pelaksanaan aksi sosial ini. Menurutnya, inisiatif masyarakat seperti yang dilakukan Ibu Zuraida memberikan dorongan semangat moral yang sangat berarti bagi para pekerja informal.

​”Alhamdulillah, lancar. Semoga murah rezeki terus, berlimpah terus. Semoga terima kasih semuanya, banyak-banyak,” tuturnya penuh haru.

​Di akhir perbincangan, Ibu Zuraida menyelipkan pesan moral yang mendalam bagi masyarakat luas agar senantiasa menjaga keikhlasan dan rasa syukur dalam menghadapi ujian hidup.
​”Tetap semangat, tetap mensyukuri apa pun yang kita dapatkan. Jalani saja, syukuri, dan jangan banyak mengeluh,” tutupnya penuh kehangatan.(Minton)

Komentar