Harianpilar,com. Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan dukungan menyeluruh.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bagi pelaku UMKM di Gedung Pusiban, Senin (20/4), yang mengusung tema “AI untuk UMKM: Lebih Efisien dan Lebih Untung” hasil kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani.
“Jangan ada UMKM yang bergerak sendiri, berjuang sendiri, dan memasarkan sendiri. Ini harus kita benahi bersama dengan ekosistem yang kuat,” tegas Gubernur Mirza.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 498 ribu UMKM di Lampung yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan mayoritas pelaku adalah perempuan. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan akses pasar, kualitas produk, hingga manajemen usaha.
Menurutnya, penguatan UMKM harus mencakup akses permodalan, perluasan pasar, hilirisasi komoditas, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
“Teknologi kita gunakan untuk menutupi kekurangan. AI bisa membantu UMKM lebih efisien dan produknya punya standar yang mampu bersaing,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti potensi besar komoditas unggulan Lampung seperti singkong, jagung, dan pisang yang belum dimaksimalkan nilai tambahnya. Saat ini, sekitar 70 persen komoditas masih dijual dalam bentuk mentah.
“Kalau diolah, nilainya bisa naik 3 sampai 5 kali lipat. Ini peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas,” jelasnya.
Selain itu, tingginya kunjungan wisatawan yang mencapai 24,7 juta orang pada 2025 dinilai sebagai pasar potensial bagi produk UMKM lokal.
“Saya ingin wisatawan yang datang ke Lampung membeli produk UMKM kita. Ini harus dimanfaatkan,” katanya.
Sebanyak 220 pelaku UMKM mengikuti pelatihan ini dengan harapan mampu menjadi pelopor usaha unggulan di daerah. Gubernur Mirza optimistis, dengan SDM yang kuat, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi, UMKM Lampung mampu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8 persen.
“UMKM harus berani berinovasi dan membuka pasar baru. Dengan kolaborasi dan penguatan SDM, mereka akan menjadi kekuatan ekonomi besar bagi Lampung,” pungkasnya. (*)










Komentar