Harianpilar,com. Bandarlampung – Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth secara resmi mengeluarkan pernyataan tegas menanggapi insiden kericuhan yang mewarnai pertandingan EPA Super League U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20.
Pihak klub sangat menyesalkan jalannya laga yang semula kompetitif namun berakhir tidak kondusif akibat sejumlah keputusan dan situasi di lapangan yang memicu ketegangan antar pemain.
Dalam pernyataan di akun instragram resminya, manajemen menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap pembinaan pemain muda tidak hanya terbatas pada sisi teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, disiplin, dan respek.
Pihak klub secara terbuka mengecam segala bentuk kekerasan serta tindakan provokasi dan rasisme yang diduga terjadi dalam insiden tersebut.
Menurut manajemen, nilai sportivitas harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap proses pembinaan yang dijalankan.
Terkait keterlibatan sejumlah pemain, manajemen mengaku memahami kondisi psikologis di lapangan yang sangat emosional.
Namun, mereka tidak membenarkan adanya reaksi berlebihan dalam bentuk apa pun.
Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth akan mengambil langkah tegas melalui proses disiplin internal sesuai regulasi yang berlaku demi memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Saat ini, pihak klub sedang dalam proses mengumpulkan bukti-bukti otentik untuk diserahkan kepada pihak berwenang agar ditindaklanjuti secara profesional dan adil.
Melalui momentum ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam dunia sepak bola untuk kembali menjunjung tinggi nilai fair play dan menjaga sportivitas demi kemajuan sepak bola Indonesia.(*)










Komentar