oleh

KONI Lampung Buka Kursus 30 Pelatih Panjat Tebing 

Harianpilar, com. Bandarlampung –​Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung resmi membuka Kursus Dasar Pelatih Cabang Olahraga Panjat Tebing se-Provinsi Lampung pada Sabtu (14/2).

Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi prestasi atlet melalui peningkatan kualitas instruktur di lapangan.

​Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kabupaten/kota ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua II KONI Lampung, Riaagus Ria. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pelatih adalah tulang punggung dari setiap medali yang diraih oleh atlet.

​Riaagus menegaskan bahwa bakat alam yang dimiliki atlet Lampung tidak akan mencapai potensi maksimal tanpa sentuhan tangan pelatih yang kompeten. Menurutnya, metode latihan yang tepat, terukur, dan berkelanjutan adalah kunci memenangkan persaingan di level nasional.

​“Kursus ini bukan sekadar formalitas, tetapi investasi penting bagi masa depan prestasi olahraga panjat tebing Lampung. Pelatih yang berkualitas akan melahirkan atlet yang tangguh dan kompetitif,” tegas Riaagus.

​Selama kursus berlangsung, para peserta akan dibekali materi mendalam yang mencakup empat pilar utama kepelatihan yakni Teknik Dasar & Lanjutan untuk Penguasaan medan dan peralatan terbaru. Fisik terkait Metode peningkatan daya tahan dan kekuatan spesifik panjat tebing.

Aspek Mental tentang Cara membangun karakter dan psikologi pemenang pada atlet.

Manajemen Latihan terkait Penyusunan program latihan yang adaptif terhadap perkembangan sport science.

​Materi-materi tersebut disampaikan oleh jajaran instruktur berpengalaman dan praktisi senior di dunia panjat tebing.

​Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama. Banyak peserta menilai kegiatan ini sebagai momentum untuk memperbarui wawasan kepelatihan yang selama ini mungkin masih bersifat konvensional.

​KONI Lampung berharap, pasca-pelatihan ini, para pelatih mampu kembali ke daerah masing-masing dan segera menerapkan ilmu yang didapat. Targetnya jelas: melahirkan bibit-bibit pemanjat tebing profesional yang mampu berbicara banyak, tidak hanya di level nasional, tetapi juga menembus kancah internasional.(*)