oleh

Parpol Jangan Hanya Gimik

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Candrawansah mengapresiasi dan menyambut baik sikap partai politik yang menonaktifkan kadernya di DPR RI yang menimbulkan kegaduhan dan kekecewaan rakyat. Namun, kebijakan tersebut jangan hanya Gimik politik saja.

Candrawansah yang juga mantan Ketua Bawaslu Bandarlampung itu menilai keputusan partai tersebut merupakan langkah tepat sekaligus sinyal ketegasan.“Surat penonaktifan itu menunjukkan partai tidak ragu bersikap tegas ketika kadernya melakukan kesalahan fatal dengan menyampaikan pernyataan yang tidak tepat dan minim empati di tengah penderitaan masyarakat,” ujarnya, Senin (1/9).

Meski demikian, Candrawansah mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti sebagai gimik politik. Ia menilai publik akan menuntut sanksi lebih tegas.

Ia menekankan perlunya partai politik melakukan pembenahan dalam rekrutmen kader, terutama bagi yang akan didistribusikan ke legislatif maupun eksekutif. “Partai harus mengedepankan kader yang memiliki etika, empati, serta kemampuan komunikasi publik dan politik yang baik,” pungkasnya.

Diketahui, menyikapi kondisi aksi demonstrasi yang semakin memanas, sejumlah partai politik mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan beberapa kadernya yang duduk di kursi DPR RI.

Mereka yang dinonaktifkan antara lain Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN, serta Adies Kadir dari Partai Golkar. Kelima anggota DPR tersebut dinilai telah melontarkan pernyataan maupun melakukan tindakan yang memicu amarah masyarakat. (Ramona)