Harianpilar.com, Bandarlampung — Pesan inspiratif tentang pentingnya belajar, bekerja keras dan tidak takut menghadapi perkembangan teknologi disampaikan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu di hadapan ribuan mahasiswa dan pelajar Lampung.
Pesan tersebut disampaikan Anggito dalam sesi Inspirational Talk pada hari kedua Lampung Financial Festival 2026 di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung, Minggu (6/9/2026).
Namun, Anggito tidak mengawali materi dengan paparan ekonomi atau keuangan. Ia justru membuka penampilannya dengan memainkan alat musik kesayangannya, flute, yang telah dimilikinya sejak dekade 1990-an.
Dengan flute tersebut, Anggito memainkan lagu “Selalu Ada di Nadimu”, soundtrack film animasi Jumbo karya Laleilmanino. Lagu itu, menurut Anggito, memiliki pesan mendalam tentang perjuangan seseorang dalam menghadapi kehidupan dan meraih kesuksesan.
Ia kemudian mengaitkan pesan lagu tersebut dengan tantangan generasi muda saat ini, termasuk menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin cepat.
“Melawan kerasnya dunia,” kata Anggito, mengutip bagian penting dari pesan lagu yang dimainkannya.
Menurut dia, perkembangan teknologi tidak boleh membuat anak-anak muda berhenti belajar. Justru, kemajuan teknologi harus dijadikan tantangan untuk meningkatkan kemampuan, memperbanyak pengalaman dan terus mengembangkan diri.
Di hadapan para mahasiswa dan siswa SMA/SMK, Anggito juga menceritakan pengalaman seorang siswa berprestasi di Jakarta yang mendapatkan beasiswa dari LPS.
Kisah tersebut menjadi contoh bahwa kesempatan dan dukungan pendidikan dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk mencapai cita-cita.
Anggito kemudian kembali mengambil flute kesayangannya. Kali ini, ia memainkan lagu “Burung Camar”, membuat suasana Inspirational Talk semakin cair dan akrab.
Musik menjadi jembatan Anggito untuk menyampaikan pesan yang lebih sederhana kepada para peserta.
Ia meminta anak-anak muda Lampung tidak terburu-buru ingin mendapatkan kesuksesan.
“Anak-anak harus belajar. Seperti lagu tadi, sedikit demi sedikit. Jadi pengusaha itu tidak bisa langsung lompat. Tapi sedikit demi sedikit, terus berkembang,” ujar Anggito.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak pengalaman dalam kehidupan.
“Berbanyaklah pengalaman. Terakhir, bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam mengelola kehidupan. Kalau Anda bekerja keras, semua pasti akan berhasil,” pesannya.
Semangat peserta semakin terlihat ketika sesi Inspirational Talk dilanjutkan dengan quiz time yang disiapkan panitia.
Berbagai pertanyaan diberikan kepada peserta dan disediakan sejumlah hadiah menarik. Pada pertanyaan kelima, LPS memberikan hadiah khusus berupa beasiswa uang kuliah selama satu tahun kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan yang telah disiapkan panitia.
Pemberian beasiswa tersebut sekaligus memperkuat pesan Anggito bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda.
Talk show kemudian ditutup dengan suasana penuh semangat. Anggito mengajak ribuan peserta bernyanyi bersama lagu “Laskar Pelangi” yang dipopulerkan grup musik Nidji.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti nyanyian bersama. Ballroom Novotel pun berubah menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan musik, pendidikan, motivasi dan pesan tentang masa depan.
Lampung Financial Festival 2026 yang diinisiasi Transmedia Corp di bawah naungan Chairman Chairul Tanjung tersebut dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta serta siswa dan siswi SMA/SMK di Bandarlampung.
Bagi Anggito, pesan yang disampaikan kepada generasi muda bukan sekadar tentang bagaimana mengejar kesuksesan, melainkan bagaimana menjalani proses untuk mencapainya.
Belajar, memperbanyak pengalaman, berkembang sedikit demi sedikit, kemudian bekerja keras dan bersungguh-sungguh.
Pesan itu disampaikannya tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui flute yang telah menemaninya sejak muda—sebuah cara unik seorang ekonom, akademisi dan birokrat menyampaikan bahwa perjalanan menuju keberhasilan memang membutuhkan proses panjang dan ketekunan. (Ramona).










Komentar