oleh

Atlet PWI Lampung Digembleng Delapan Bulan

Harianpilar.com,Bandarlampung – Cabang olahraga atletik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Target tegas dipasang: tiga medali emas.

Target tersebut dicanangkan setelah PWI Lampung menggelar seleksi sekaligus latihan perdana atlet atletik di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026). Seleksi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan panjang menghadapi Porwanas 2027 yang akan digelar di Lampung.

Manajer Atletik PWI Lampung, H. Fahror Rozi, ST., MT., menegaskan target tiga emas bukan sekadar slogan. Persiapan akan dilakukan secara kontinu selama delapan bulan dengan pengawasan langsung terhadap atlet yang berada di Bandar Lampung maupun pemantauan khusus bagi atlet dari luar daerah.

“Target kita tiga emas. Kami butuh doa dan dukungan semua. Terima kasih atas dukungan dan semangat kita bersama dalam mendukung cabor atletik PWI Lampung. Salam olahraga, jaya! Atletik, juara!” tegas Fahror Rozi.

Menurut Fahror, PWI Lampung saat ini memiliki empat atlet yang diproyeksikan mengisi nomor-nomor atletik. Tiga atlet berada di Bandar Lampung dan satu atlet berada di Lampung Utara.

Atlet yang berada di Bandar Lampung akan mendapatkan pengawasan langsung, sementara atlet di Lampung Utara akan dipantau melalui instruktur yang telah disiapkan.

“Ada empat atlet. Tiga di Bandar Lampung dan satu di Lampung Utara. Yang di Bandar Lampung akan kita awasi secara langsung, sedangkan yang di Lampung Utara akan kita awasi melalui instruktur yang kita siapkan,” jelasnya.

Fahror menekankan program latihan harus dilakukan secara kontinu dan tidak boleh terputus. Menurutnya, peningkatan prestasi tidak bisa dicapai secara instan, sehingga diperlukan tahapan latihan yang terukur.

Ia menargetkan catatan waktu atlet dapat dipangkas secara bertahap hingga mencapai waktu terbaik yang diproyeksikan.

“Mulai dari sekarang latihan harus terus-menerus, kontinu, tidak bisa terputus. Kalau hari ini misalnya 13 menit, minggu depan kita capai 12 menit, kemudian 11,5 menit, berikutnya 11 menit. Bertahap sampai puncaknya nanti kita harapkan bisa 10 menit dalam jangka delapan bulan. Tidak ada yang instan,” ujarnya.

Selain latihan, faktor asupan gizi juga menjadi perhatian. Fahror memastikan atlet akan mendapatkan tambahan asupan gizi untuk menunjang kebutuhan energi selama menjalani program pembinaan.

“Kalau atlet lemas bagaimana bisa latihan? Karena kebutuhan energinya lebih besar, tentu ada tambahan asupan gizi. Asupan gizi akan kita berikan secara eksklusif supaya performanya lebih maksimal,” katanya.

Penanggung Jawab Atletik PWI Lampung, Yulius Putra, mengatakan kesiapan atlet sejauh ini cukup baik. Para atlet bahkan telah menjalani latihan sejak jauh hari sebelum seleksi resmi dilakukan.

Yulius menyebut terdapat empat atlet yang diproyeksikan mengisi sejumlah nomor pertandingan, termasuk nomor 3.000 meter, 5.000 meter dan estafet.

“Atlet kita ada empat dan diproyeksikan mengisi empat nomor, yakni nomor 3.000 meter dan 5.000 meter untuk kelompok usia 40 tahun ke atas, serta satu nomor estafet. Kesiapan atlet sudah cukup baik karena mereka sudah berlatih jauh-jauh hari,” kata Yulius.

Untuk menjaga konsistensi pembinaan, tim atletik PWI Lampung juga telah menyiapkan jadwal latihan bersama dua kali dalam sepekan di Stadion Pahoman.

Sementara atlet yang berada di luar Bandar Lampung akan mendapatkan program latihan mandiri dengan pemantauan instruktur. Bahkan komunikasi melalui video call akan dilakukan untuk memastikan program latihan berjalan sesuai target.

“Kita sudah menyiapkan ritme latihan. Jadwalnya dua kali seminggu untuk latihan bersama di Stadion Pahoman. Untuk yang di luar Bandar Lampung, bisa melalui video call dan latihan mandiri dengan tetap mendapatkan pendampingan,” jelas Yulius.

Program training camp (TC) juga telah dimatangkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porwanas 2027. Tim pelatih pun disiapkan dengan melibatkan unsur Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Lampung.

“Jadwal TC sudah dimatangkan dan untuk pelatih juga sudah kita siapkan dari PASI Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Slamet, yang telah ditunjuk sebagai Technical Delegate (TD) cabang olahraga atletik Porwanas, mengatakan waktu delapan bulan yang tersedia cukup untuk meningkatkan performa atlet selama program pembinaan dijalankan secara disiplin.

Slamet menjelaskan pembinaan akan dibagi menjadi tiga tahap, yakni persiapan umum, persiapan khusus dan persiapan perlombaan.

“Untuk program delapan bulan ini insya Allah bisa. Kita ada tiga tahapan, yaitu persiapan umum, persiapan khusus, dan persiapan perlombaan. Dari delapan bulan ini akan kita atur berapa bulan untuk persiapan umum, khusus, kemudian memasuki masa perlombaan,” terang Slamet.

Ia juga merencanakan evaluasi berkala setiap satu hingga satu setengah bulan untuk mengukur perkembangan catatan waktu atlet.

“Mungkin setiap bulan atau satu setengah bulan kita adakan tes untuk mengetahui peningkatan waktu mereka. Jadi perkembangan atlet bisa kita ukur dan program latihan dapat dievaluasi,” katanya.

Menurut Slamet, target tiga emas dapat diwujudkan sepanjang atlet mampu mengikuti program yang disusun pelatih secara konsisten. Dukungan gizi dan suplemen yang disiapkan manajemen juga menjadi faktor pendukung peningkatan performa.

“Target ini bisa dikatakan berat, bisa juga tidak. Semuanya tergantung pola latihan, pembinaan dan programnya. Kalau atlet bisa mengikuti program yang diterapkan pelatih, insya Allah target dan waktu yang kita harapkan bisa terpenuhi,” ujarnya.

Slamet menambahkan, sarana dan prasarana pertandingan sejauh ini telah memenuhi kebutuhan. Dari lima nomor yang diproyeksikan, nomor estafet masih dalam pembahasan terkait format yang akan dipertandingkan, apakah 4 x 100 meter atau 4 x 400 meter.

“Untuk sarana dan prasarana semua sudah memenuhi syarat. Kita hanya empat nomor plus satu nomor estafet. Untuk estafet apakah 4 x 100 atau 4 x 400 meter masih digodok oleh teman-teman TD dan manajer,” jelasnya.

Ia optimistis catatan waktu atlet masih dapat ditingkatkan. Menurutnya, selama ini sebagian atlet memiliki aktivitas ganda karena berlatih sekaligus melatih, sehingga fokus latihan belum maksimal.

“Dengan tes awal tadi, catatan waktu saya rasa masih bisa ditingkatkan. Selama ini mereka berlatih sambil melatih sehingga fokusnya terbagi. Kalau program dari pelatih nanti mereka ikuti semua, insya Allah apa yang kita targetkan bisa terpenuhi,” tegas Slamet.

Cabang atletik memiliki alasan kuat untuk menjadi salah satu andalan Lampung. Pada Porwanas sebelumnya, atletik telah mencatatkan tradisi emas, termasuk salah satu atlet senior yang telah lima kali meraih medali emas.

Kini, tradisi tersebut hendak dipertahankan sekaligus ditingkatkan dengan regenerasi atlet dan pembinaan yang lebih terukur.

Ketua Harian HPN dan Porwanas 2027 Supriyadi Alfian sebelumnya menegaskan target tiga emas atletik sangat realistis karena Lampung memiliki modal sebagai tuan rumah, penguasaan venue, serta perpaduan atlet senior dan junior.

Dengan waktu persiapan sekitar delapan bulan, tim atletik PWI Lampung kini mulai memasuki fase serius. Latihan rutin, TC, evaluasi catatan waktu, asupan gizi, serta dukungan pelatih menjadi satu paket pembinaan untuk mengejar target yang telah dicanangkan.

Tiga emas menjadi target. Stadion Pahoman menjadi titik awal. Dan delapan bulan ke depan menjadi masa pembuktian. (Ramona)

Komentar