Harianpilar.com,Lampung Selatan – Sebanyak 155 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Lampung dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga Rabu (26/8/2026).
Komitmen memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Karhutla mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan dan Penanganan Karhutla Kabupaten Lampung Selatan yang digelar di Aula Radin Inten Polres Lampung Selatan, Jumat (28/8/2026).
Rakor dipimpin Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar bersama Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Basarnas, BMKG, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kwarcab Pramuka, relawan, hingga organisasi masyarakat mitra Polri.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menegaskan bahwa Karhutla merupakan ancaman yang harus diantisipasi secara bersama, terutama pada periode musim kemarau yang rawan memicu terjadinya kebakaran.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kapolres Lampung Selatan beserta jajaran yang telah menginisiasi Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanganan Karhutla ini,” ujar Syaiful.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara seluruh pihak, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat.
“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi terpadu antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan menjelaskan bahwa rakor dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Kapolda Lampung sekaligus untuk menyamakan persepsi seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan menyatukan frekuensi bahwa bencana, baik Karhutla, banjir, tsunami maupun bencana lainnya, bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” kata Deddy.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi secara terintegrasi. Menurutnya, upaya penanggulangan bencana harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi.
“Mari kita rapatkan barisan dan kita carikan solusi bersama. Kita harus memiliki tanggung jawab bersama untuk menanggulangi dan mengantisipasi bencana, jangan sampai terjadi di Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya. (Rls)










Komentar