Harianpilar.com, Bandarlampung- Sinergi antara DPRD Kota Bandar Lampung dan Polresta Bandar Lampung dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat perlindungan terhadap masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan. Berbagai kolaborasi lintas lembaga yang dibangun selama kepemimpinan Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay disebut telah menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan berpihak kepada korban.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Anggota Komisi IV, Dewi Mayang Suri Djausal, mengatakan, komunikasi yang terjalin selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan terakhir selalu berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, koordinasi yang dilakukan bukan sekadar hubungan antarlembaga, tetapi upaya memastikan setiap warga yang membutuhkan perlindungan memperoleh kehadiran negara secara nyata.
“Kami datang bukan membawa kepentingan lembaga semata. Kami datang membawa cerita masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Karena itu, yang paling kami syukuri bukan hanya komunikasi yang berjalan baik, tetapi adanya respons dan tindak lanjut sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ujar Mayang, Rabu (5/8/2026).
Salah satu hasil nyata kolaborasi tersebut adalah hadirnya layanan visum gratis bagi korban kekerasan yang tidak mampu. Selama ini biaya visum kerap menjadi kendala bagi korban untuk melanjutkan proses hukum.
Melalui kerja sama Polresta Bandar Lampung, RSUD Abdul Moeloek, Baznas Provinsi Lampung, serta dukungan berbagai pihak, hambatan tersebut berhasil diatasi sehingga akses masyarakat terhadap keadilan menjadi lebih terbuka.
“Bagi sebagian orang, visum hanyalah dokumen. Tetapi bagi korban, visum adalah pintu menuju keadilan. Ketika biaya tidak lagi menjadi penghalang, kita sedang memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan perlindungan yang layak,” katanya.
Selain layanan visum gratis, sinergi kedua institusi juga diwujudkan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pendampingan korban, hingga penyelesaian berbagai persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat lintas instansi.
Mayang menilai keberhasilan kolaborasi tidak lahir karena semua pihak selalu memiliki pandangan yang sama, tetapi karena adanya komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Dalam setiap koordinasi tentu ada diskusi, ada pertukaran pandangan, bahkan terkadang ada perbedaan cara melihat sebuah persoalan. Namun yang selalu kami rasakan, Pak Alfret membuka ruang dialog, mendengar, dan berupaya mencari jalan keluar sesuai kewenangannya. Itu yang membuat koordinasi berjalan efektif,” ungkapnya.
Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, Polresta Bandar Lampung juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik, mulai dari penguatan layanan kesehatan melalui Klinik Tantya Sudhirajati hingga peningkatan pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Mayang, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ada masyarakat yang menjadi lebih terlindungi karena dua institusi memilih untuk berkolaborasi. Bagi saya, itulah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Seiring penugasan baru Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay di Mabes Polri, DPRD Kota Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polresta Bandar Lampung.
“Jabatan akan selalu berganti. Tetapi setiap keputusan yang memberi perlindungan, setiap kolaborasi yang mempermudah masyarakat memperoleh keadilan, dan setiap langkah yang menghadirkan harapan akan selalu hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakan manfaatnya,” tutup Mayang.
Kolaborasi yang telah terbangun antara DPRD Kota Bandar Lampung dan Polresta Bandar Lampung diharapkan terus berlanjut sebagai model sinergi antarlembaga dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, humanis, dan berpihak kepada masyarakat. (*)









