Harianpilar.com,Bandarlampung – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Wilayah Lampung didorong tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi tampil sebagai mitra strategis pembangunan daerah melalui gagasan, jejaring, dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pengukuhan kepengurusan baru ILUNI UI Wilayah Lampung di bawah kepemimpinan Anang Risgiyanto. Prosesi pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum ILUNI UI Pramudya Azhar di Balai Keratun Lantai 3, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (22/8/2026).
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan, alumni UI memiliki kapasitas intelektual dan jejaring yang besar sehingga harus mampu memberikan kontribusi konkret bagi pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, alumni UI tidak cukup hanya menjadi lokomotif intelektual, tetapi juga harus turun langsung merespons dinamika sosial serta berbagai persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
“Negara kita tidak kekurangan orang pintar, tetapi kita kekurangan orang yang bertanggung jawab, berintegritas, dan memiliki sentuhan kemanusiaan. Kehadiran alumni UI harus bisa memberikan manfaat dan menjaga keselamatan lingkungan bagi masa depan anak-anak kita,” kata Jihan.
Ia menilai rentetan bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia menjadi pengingat bahwa kecerdasan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, Ketua ILUNI UI Wilayah Lampung terpilih, Anang Risgiyanto, memastikan kepengurusan yang dipimpinnya akan bergerak lebih jauh dan tidak terjebak pada agenda seremonial.
Anang menyiapkan lima agenda strategis untuk menjadikan ILUNI UI Lampung sebagai simpul kolaborasi sumber daya manusia sekaligus think tank dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.
Agenda tersebut antara lain pemetaan database dan talent pool alumni, pengembangan ILUNI Business Network Lampung, penguatan kolaborasi ekonomi dan UMKM, serta program pengabdian masyarakat lintas profesi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Fokus lainnya diarahkan pada isu strategis seperti ketahanan pangan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung.
“Almamater kita membawa pesan pengabdian kepada Indonesia yang harus kita mulai dari Lampung. Mari ubah network menjadi teamwork, ubah knowledge menjadi solution, dan wujudkan persaudaraan ini menjadi aksi nyata yang berdampak besar bagi pembangunan,” ujar Anang.
Menurut dia, kekuatan utama ILUNI UI bukan hanya berada pada jumlah alumni, melainkan pada keberagaman kompetensi, profesi, pengalaman, dan jejaring yang dapat dikonsolidasikan untuk menghasilkan solusi pembangunan.
Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI Pramudya Azhar mengapresiasi soliditas alumni UI di Lampung. Ia menekankan pentingnya memperkuat keterikatan antaralumni sekaligus melakukan pemutakhiran database secara masif.
Pramudya mengungkapkan, dari estimasi sekitar 400 ribu lulusan UI, baru sekitar 33 ribu alumni yang tercatat dalam pangkalan data pusat.
Karena itu, ILUNI UI menargetkan sedikitnya 100 ribu alumni terkoneksi secara resmi hingga Agustus 2028.
Target tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan alumni sehingga potensi sumber daya manusia yang tersebar di berbagai daerah dapat dihimpun dan dioptimalkan.
Pengukuhan kepengurusan baru ILUNI UI Lampung pun diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara alumni, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Dengan jejaring yang semakin solid, ILUNI UI Lampung diharapkan mampu menjadikan pengetahuan sebagai solusi dan jaringan sebagai kekuatan kolaborasi untuk ikut menjawab tantangan pembangunan Lampung. (Ramona)









